15 Ton Padi Dipanen, Hasil Agroforestry Berpola Kemitraan di Malinau

Panen perdana Padi hasil program Agroforestry berpola Kemitraan di Malinau, Kalimantan Utara (Edy Santry)

Sebanyak 15 ton padi dan 500 kilogram jagung yang ditanam dengan sistem agroforestry berpola kemitraan antara masyarakat sekitar hutan dan pemerintah di wilayah Desa Setulang, Kecamatan Malinau Selatan Hilir, Kabupaten Malinau dipanen perdana, pada Selasa 5 Maret 2019 lalu.

Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) Syarifudin, menuturkan, panen itu berasal dari demonstrasi plot (Demplot) agroforestry 2 Kelompok Tani Hutan (KTH) di Desa Setulang. Yakni, KTH Bela Sa’an Baru (panen padi 5 ton, dan jagung 500 kilogram), serta KTH Binang Mandiri (panen padi 10 ton).

“Panen perdana ini sekaligus dimanfaatkan untuk mempromosikan tradisi masyarakat Suku Oma Lung yang menerapkan sistem pengelolaan lahan secara berkelanjutan untuk ketahanan pangan,” papar Syarifuddin, Jumat (8/3/2019).

Syarifuddin mengungkapkan pula, pihaknya juga berupaya mensosialisasikan implementasi pemberian hak kelola kepada masyarakat terhadap kawasan hutan secara sah melalui program perhutanan sosial dengan skema kemitraan kehutanan, yang izinnya dikeluarkan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

“Dengan skema kemitraan kehutanan, masyarakat menjadi sah mengelola lahan dalam waktu 35 tahun dan bisa mendapatkan perpanjangan dan diturunkan kepada anak-cucu,” imbuhnya.

Hal penting lainnya, lanjut Syarifuddin, melalui skema kemitraan kehutanan, program pemerintah baik melalui APBN maupun APBD akan memberikan dukungan pelaksanaan di lapangan untuk kesejahteraan masyarakat terutama di Desa Setulang tersebut.

“Selain itu, UPT KPH Malinau dan KTH Desa Setulang akan mudah membuka peluang kerja sama dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya, dengan pihak mitra pembangunan seperti GIZ FORCLIME, khususnya dalam hal pengembangan kapasitas SDM dan organisasi KTH dan para pendampingnya,” beber Syarifudin.

Diketahui, KTH Bela Sa’an Baru memiliki luas lahan garap 5 hektare meliputi tanaman jangka panjang telah ditanam sebanyak 1.500 batang pohon Sengon, tanaman jangka menengah telah ditanam jenis pohon buah Lengkeng Unggul sebanyak 230 batang, dan tanaman jangka pendek atau jenis tanaman semusim telah ditanam padi dan jagung.

Sementara KTH Binang Mandiri, luas lahannya sama yakni 5 Ha ditanami dengan jenis tanaman jangka panjang berupa jenis pohon Gaharu, jenis buah-buahan berupa Lengkeng, Rambutan, dan Durian; dan tanaman semusimnya berupa padi.

Pendanaan kegiatan lewat APBN melalui BPHP Wilayah XI Samarinda untuk Penataan Areal Kerja (PAK) seluas 100 Ha dengan pembangunan satu Demplot seluas 5 Ha; satu Demplot lainnya seluas 5 Ha didanai melalui APBD Provinsi Kalimantan Utara. Selain itu, GIZ FORCLIME memberikan dukungan pendampingan dalam rangka penguatan kapsitas SDM dan pembentukan organisasi melalui Kelompok Kerja (POKJA) Perhutanan Sosial Provinsi Kaltara.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR