2 Orang Meninggal Akibat Gempa di Tasikmalaya dan Wilayah Lainya Semalam

Kondisi RS Banyumas akibat Gempa di Tasikmalaya dan Beberapa Wilayah Pulau Jawa pada Jumat (15/12/2017) malam. (Dokumen BNPB)

Berbagai penanganan dan tindakan darurat terus dilakukan akibat Gempa 6,9 SR yang mengguncang wilayah bagian selatan Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan resmi, Sabtu (16/12/2017) mengungkapkan , data sementara yang dihimpun Pusdalops BNPB berdasarkan laporan BPBD, akibat gempa di tasikmalaya ada dua orang meninggal, puluhan luka-luka dan ratusan rumah rusak.

“Dampak gempa di wilayah Jawa Barat adalah 1 orang meninggal dunia, 6 orang luka-luka, 17 rumah rusak berat, 59 rumah rusak sedang, dan 10 rumah rusak ringan. Sedangkan di Jawa Tengah, 1 orang meninggal dunia, 1 orang luka berat, 26 rumah rusak berat dan roboh, dan 6 rumah rusak sedang,” ujar Sutopo.

Dua orang yang meninggal dunia tersebut adalah Hj. Dede Lutfi – umur 60 tahun yang merupakan warga Desa Gunungsahari RT.04 RW. 02, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis dan Aminah – umur 80 tahun waga Sugihwaras Gg. 1 RT 02 RW 18 Kelurahan Kauman Kota Pekalongan.

Kondisi RS Banyumas akibat Gempa di Tasikmalaya dan Beberapa Wilayah Pulau Jawa (dokumen)
Kondisi RS Banyumas akibat Gempa di Tasikmalaya dan Beberapa Wilayah Pulau Jawa (dokumen)

“Kedua korban meninggal tertimbun tembok yang roboh akibat gempa. Korban luka semua dirujuk ke rumah sakit setempat,” paparnya.

Beberapa bangunan pelayanan publik seperti Rumah Sakit, lanjut Sutopo, juga memgalami kerusakan sehingga pasien terpaksa dievakuasi. Seperti yang terjadi di Rumah Sakit Banyumas, beberapa plafon tampak ambrol, dinding-dinding retak serta instalasi pipa gas oksigen mengalami kebocoran.

“Sebanyak 70 pasien dari ruang rawat inap ditampung di dalam tenda BPBD Banyumas dan sebagian dilayani di PKU Gombong,” imbuh Sutopo.

Masih menurut Sutopo, sebagian besar masyarakat yang evakuasi saat adanya peringatan dini tsunami sudah kembali ke rumahnya. Aktivitas masyarakat secara umum telah kembali normal.

“Tidak ada tsunami yang terjadi di sepanjang pesisir selatan Jawa. Gempa susulan telah terjadi sebanyak 7 kali dengan magnitude yang kecil, tidak ada dampak merusak dari gempa susulan,” pungkasnya.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR