21 Kepala Daerah Ini Mendapatkan Penghargaan Inspirator Pembangunan Daerah

Jpeg

Pusat Kajian Keuangan Negara (Pusaka Negara) memberikan apresiasi terhadap 21 kepala daerah yang dianggap mampu menjadi inspirator pembangunan daerah. Ke-21 kepala daerah tersebut dimuat secara khusus di dalam majalah Keuangan Negara. Apresiasi dan penghargaan dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan Dialog Publik Evaluasi dan Implementasi Otonomi Daerah yang berlangsung di Jakarta (15/6).

Direktur Eksekutif Pusat Kajian Keuangan Negara, Prasetyo mengatakan, ke-21 kepala daerah yang dimaksud dipandang memiliki inovasi, terobosan, dan gagasan, sehingga mampu menginspirasi elemen pemerintahan maupun masyarakat dalam membumikan otonomi daerah.

“Mereka pantas diberikan apresiasi karena mampu mengimplementasikan gagasan ke dalam kebijakan pembangunan. Hasilnya pun dapat dirasakan secara nyata baik secara langsung maupun tidak langsung oleh masyarakat,” katanya.

Pras menambahkan melalui semangat Nawacita Presiden Jokowi yaitu membangun Indonesia dari daerah dan pinggiran, Pusat Kajian Keuangan Negara memberikan apresiasi itu sebagai wujud penghargaan agar para kepala daerah terus semangat dalam mengabdi kepada masyarakat.

Sementara itu, dari 21 kepala daerah yang diberikan penghargaan sebagai Inspirator Pembangunan Daerah 90 persen memang berasal dari wilayah Indonesia Timur.

“Secara khusus Pusat Kajian Keuangan Negara memang melakukan wawancara mendalam dengan mendatangi para kepala daerah terutama dari wilayah Indonesia Timur, sesuai dengan semangat pemerataan pembangunan yang sedang gencar dicanangkan oleh pemerintah,” tambahnya.

Acara Diskusi Panel & Penyerahan Penghargaan Inspirator Pembangunan Daerah Tahun 2017 akan dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Wakil Ketua BPK RI Bahrullah Akbar, Anggota BPK RI Isma Yatun, Rektor IPDN Ermaya Suradinata, serta para peneliti dan akademisi.

Adapun ke-21 kepala daerah inspirator pembangunan daerah yang mendapat penghargaan berdasarkan inovasinya yaitu.

PROVINSI

1. Provinsi Sulawesi Selatan

Untuk meningkatkan kinerja aparatur di lingkungan Pemprov Sulsel, Gubernur Syahrul Yasin Limpo konsisten menghadirkan pemerintahan di semua tingkatan yang terus bekerja memperlihatkan kinerja yang makin baik. Ini membuat semua sektor ekonomi pun kian membaik setiap tahunnya. Inovasi yang dilakukan antara lain membuat Pakta Integritas kepada pejabat di Pemprov Sulsel. Selain itu, Pemrov Sulsel juga menerapkan Strategi PAKSAK yaitu Perencanaan yang harus bagus, atensi yang maksimal, komitmen apparat yang tidak boleh setengah-setengah, skill yang harus dipenuhi, action, knowledge, dan inovasi.

2. Provinsi Nusa Tenggara Barat

Pemerintah Provinsi NTB mempunyai program PIN singkatan dari Percepatan Inovasi dan Nilai Tambah. Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi mengatakan bahwa semua program SKPD harus mengandung PIN. Pemprov mewajibkan SKPD harus memiliki inovasi yang mengandung PIN dan dijalankan dan dievaluasi setiap ada kesempatan. Gubernur TGB menyontohkan PIN ala Dinas Pertanian. Sejak 2008 mereka menetapkan jagung sebagai salah satu komoditas unggulan daerah. Kebijakan strategis tersebut diikuti dengan merumuskan cetak biru (blue print) pengembangan agrobisnis jagung.Selain itu, NTB fokus pada pembangunan pariwisata menuju eco-green, sport, dan halal tourism.

3. Provinsi Kalimantan Selatan

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan giat melakukan transformasi sektor unggulan, dari sektor pertambangan (unrenewable resources) ke sektor sumber daya berkelanjutan (renewableresources). Meliputi sektor Pertanian, kehutanan, perikanan, Perdagangan, Konstruksi, dan Industri kreatif.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan juga terus fokus dan berbenah dalam mengembangkan sektor pariwisata dan jasa keuangan.

Di sektor kehutanan misalnya, pemerintah menetapkan kebijakan tanah dikelola untuk menghasilkan ekonomi. Kuncinya ialah: sinergi, koordinasi, dan gotong royong.

4. Kalimantan Timur

Pergeseran pengembangan ekonomi kalimantan timur dari ketergantungan terhadap sumber daya alam khsusunya pertambangan kepada fokus pengembangan ekonomi hijau dalam swasembada pangan menjadi inspirasi bagi pembangunan daerah.

Hal lainnya adalah upaya mengembangkan hilirisasi sektor industi guna mencapai target pertumbuhan dan struktur ekonomi yang berkualitas menjadi catatan pemerintah kalimantan timur layak disematkan sebagai inspirator pembangunan daerah.

5. Kalimantan Utara

Merupakan provinsi termuda (4 tahun) dengan segudang prestasi dan inovasi kebijakan dalam meningkatkan pembangunan ekonomi. Inovasi alokasi penganggaran daerah, kepemimpinan dan pola membangun jaringan dengan berbagai sektor menjadi titik berat pemerintah Provinsi Kaltara layak mendapat gelar inspirator.

6. Sulawesi Tengah

Komitmen dan Kerja Keras Pemerintah Provinsi dalam mendongkrak pendapatan aseli daerah memanfaatkan berbagi potensi sumber daya dalam serta penerapan inovasi pelayanan berbasis elektronik agar memudahkan masiyarakat serta tidak adanya pungli dengan berbagai aplikasi berbasis IT, Perencanaan pelayanan publik seperti E-Planning dan E-Budgeting membuat provinsi tersebut mengalami banyak kemajuan ditengah berbagai tantangan dan hambatan.

WALIKOTA

1. Bitung

Inovasi di kota ini antara lain;

a. Aplikasi Si Mama (Manajemen Keuangan Bidang Evaluasi Pengawasan Selurug Anggota) guna mengawasu seluruh program prioritas dan anggaran yaitu E-Musrembang dan E-Budgeting.

b. Pembangunan KEK (Kawasan Ekonomi Khusus), diharapkan kedepannya kota ini dapat menjadi pusat perdagangan dunia wilayah Asia Timur, Australia, dan Amerika.

c. Pelayanan sosial bagi masyarakat seperti sektor kesehatan.

2. Mataram

a. Komitmen pengembangan ekonomi kerakyatan dengan peningkatan kapasitas para pedagang, memfasilitasi permodalan, dan penjualan koperasi.

b. Mewujukan Iklim investasi yang kondusif dan sehat. Kemudahan lain investasi cepat, mudah, murah, dan transparan atau yang disebut dengan program ODS/SEHATI.

c. Survive dengan mengeluarkan beberapa arahan untuk mengantisipasi hal-hal yang dapat mengganggu pembangunan di daerahnya.

d. Reformasi birokrasi dan fokus pada Menekan angka kemiskinan.

3. Kota Palu

a. Pemetaan potensi Sumber Daya Palu  berbasis IT.

b. Peningkatan dan pengembangan daya saing SDM

c. Kelurahan inovasi unggulan mandiri.

d. Rasionalisasi birokrasi.

e. Pengembangan infrastruktur.

f. Revitalisasi nilai dan budaya bangsa.

4. Kota Surabaya

a. Manajemen kota berbasi elektronik (mudah, simple, bebas pungli)

b. Implementasi Aplikasi Surabaya Single Windows.

c. Pembenahan tata kelola wilayah kota

KABUPATEN

1. Banggai

a. Pelayanan bagi masyarakat berbasis elektronik (e-government) seperti E-Planning dan E-Budgeting serta E-procurement.

2. Bantaeng

a. Penerapan Teknologi pertanian dalam mengembangkan lahan tak produktif dan peningkatan kapasitas petani dengan tidak hanya fokus dalam menghasilkan produk hasil pertanian bersifat konsumtif melainkan juga upaya menghasilkan bibit unggulan.

3. Buol

a. Pengentasan kemiskinan (P3K)  dalam bentuk intervensi program terhadap masyarakat – masyarakat miskin.

b. Mewujudkan visi Tanah Untuk Rakyat (TAURAH) sebagai implementasi reformasi agrarian.

4. Gianyar

a. Konsen pada pembangunan peningkatan kapasitas SDM, mendorong seni dan budaya lokal agar mampu berkiprah dan dapat memberi penghidupan yang layak bagi para pelaku seni.

b. Konsistensi implementasi program One village one product.

c. PSDS (Program Siaga Desa Swatantra).

5. Kutai Kartanegara

a. Menjalankan prinsip MPEKAT KEROM KAMPONG

b. Inovasi dan revitalisasi wilayah tambak dan galian menjadi lahan produktif

c. Berhasil mewujudkan Kukar sebagai lumbung padi di wilayah Kalimantan Timur.

6. Lombok Barat

a. Center Plan Clinic sebagai wadah seluruh stakeholder untuk bersama-sama saling memberikan korelasi dan masukan agar penyusunan dokumen perencanaan dapat mengakomodir kepentingan berbagai pihak.

7. Lombok Tengah

a. Pembangunan Kawasan dan Zona berdasarkan potensi alam dan kearifan masyarakat lokal.

b. Fokus dan komitmen meningkatkan perekonomian masyarakat berbasis pemanfaatan sumber daya alam meliputi bidang agribisnis, pariwisata, pelabuhan, dan kelautan.

8. Morowali

a. Komitmen mengawal percepatan pembangunan Infrastruktur jalan dan transportasi.

b. Pelayanan maksimal sektor Pendidikan dan kesehatan.

c. Mewujudkan darah lumbung pangan di Provinsi Sulteng.

d. Pengelolaan hulu-hilir sektor pertambangan.

e. Efisiensi anggaran daerah untuk sektor pelayanan publik.

9. Sidoarjo

a. Mewujudkan Smart City dengan komitmen menerapkan E-government (City App, Citynet, dan Microsoft). Berbasis PATEN (Pelayanan Administrasi Terpadu) di tingkat kecamatan.

10. Tabanan

Fokus pengembangan Desa Wisata yang saat ini mencapai 27 desa wisata dengan target keseluruhan sebanyak 133 desa wisata di Tabanan.

11. Tanah Bumbu

a. Fokus dan Komitmen Percepatan Pembangunan Infrastruktur

b. Peningkatan APBD dari multi sektor (bukan hanya pertambangan).

c. Pelayanan public berupa pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan.

Dengan pemberian penghargaan dan apresiasi ini, diharapkan berbagai inovasi yang sudah dilakukan para pemimpin daerah di atas dapat terus dijaga dan dikembangkan serta menjadi inspirasi bagi daerah-daerah lain yang tengah berusaha mewujudkan kemandirian daerahnya sebagai implementasi pelaksanaan otonomi daerah..

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR