3 KRI Akan Dilibatkan Dalam Evakuasi Korban Tsunami Selat Sunda

Foto: KRI Torani-860, satu diantara Kapal Perang TNI yang akan dilibatkan dalam evakuasi korban dampak tsunami Selat Sunda

Guna memaksimalkan proses evakuasi dampak dari gelombang tsunami di Selat Sunda termasuk pencarian korban yang diduga terseret arus air laut, TNI AL akan melibatkan 3 Kapal Perang. Pangkoarmada I Laksamana Muda TNI Yudo Margono dalam pesan tertulisnya yang diterima Redaksi mengungkapkan bahwa Tiga kapal perang yang diterjunkan untuk evakuasi korban tsunami Selat Sunda adalah KRI Teluk Cirebon, KRI Torani, dan KAL Sanca.

“Untuk membantu proses SAR korban tsunami di Selat Sunda, kami mengerahkan tiga kapal perang yang terdiri dari KRI Teluk Cirebon, KRI Torani, dan KAL Sanca,” papar Yudo, Minggu (23/12/2018).

Tak hanya mengerahkan tiga kapal perang, Yudo mengungkapkan bahwa satu peleton pasukan dari Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banten juga diterjunkan untuk membantu proses pencarian korban.

Satu peleton Lanal Banten tersebut rencananya akan menyisir kawasan di sekitar Anyer, Carita, Labuan, Panimbang, hingga Sumur, Pandeglang-Banten. Menurut Komandan Lanal Banten Kolonel Laut (P) Baroyo Eko Basukit, sejumlah kapal patroli juga dikerahkan untuk mengevakuasi korban tsunami di pulau Sangiang.

Sementara itu, Pangdam II/Sriwijaya Mayor Jenderal Irwan memerintahkan ratusan personel untuk membantu proses evakuasi dan penanggulanan bencana di wilayah pesisir Lampung Selatan, Kota Bandar Lampung, dan Kabupaten Tanggamus.

“Pasukan tersebut terdiri dari  1 satuan setara kompi (SSK) dari Batalyon Infanteri 143, 1 SSK Kodim Bandar Lampung, 1 SSK Kodim Lampung Selatan, 1 SSK Kodim Lampung Tengah, 1 peleton Denbekang Lampung, serta 2 peleton Brigmar-4/BS,” ujar Kapendam II/Sriwijaya Kolonel Djohan Darmawan melaui pesan tertulisnya, Minggu (23/12/2018).

Lebih lanjut Djohan menuturkan bahwa pasukan yang dikerahkan tersebut membawa logistik bantuan seperti selimut dan pakaian layak pakai, dua tenda besar yang didirikan untuk dapur umum dan posko siaga bencana termasuk posko kesehatan di lokasi pengungsian.

Dan untuk antisipasi, Djohan mengungkapakan saat ini Kodam II/Sriwijaya juga telah menyiagakan pasukan cadangan yang berjumlah 470 personel. Pasukan tersebut terdiri dari Korem 043/Gatam 150 orang, Yonif 143/TWEJ 100 orang, Kodim 0411/LT 120 orang dan Kodim 0429/LT 100 orang.

Adapun mengenai korban Dampak tsunami di Selat Sunda, yang menerjang wilayah Banten dan Lampung pada hari Sabtu 22 Desember 2018, hingga  kini terus bertambah. Melalui rilis yang diterima redaksi, Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB) mengungkapkan bahwa hingga Minggu (23/12/2018), tercatat 222 orang meninggal dunia dan 843 orang mengalami luka-luka.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR