31 Orang Termasuk Anak-Anak Tewas Dalam Bom Bunuh Diri Di Kabul

Masyarakat dan Militer Afganistan mengumpulkan pakaian dari para korban bom bunuh diri di Kabul, yang dilakukan ISIS (24/4/2018) di Dash- e Barchi, Kabul, Afganistan. (Foto,Reuters)

Aksi teror bom bunuh diri kembali mengguncang Kabul, Afganistan, Minggu (24/4/2018). Sedikitnya 31 orang dilaporkan tewas akibat ledakan bom bunuh diri di Kabul tersebut. Bom terjadi di sebuah kantor pendaftaran pemilih Pemilu tersebut.

Dilansir dari Reuters, setidaknya 54 orang lainnya dikabarkan terluka. Kelompok negara Islam Irak-Syuriah (ISIS) telah mengklaim bertanggung jawab atas peristiwa yang juga menewaskan beberapa anak-anak ini.

Lokasi aksi teror tersebut tepatnya di Dasht-e Barchi, sebuah area di barat Kabul yang sebagian besar dihuni oleh kelompok minoritas Shiah Hazara. Kawasan ini memang menjadi target aksi teror ISIS dan sudah berkali-kali diserang oleh kelompok yang berbaiat pada Abu Bakar Al Bagdadi itu.

Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Afganistan Najib Danesh mengatakan seorang pelaku pemboman mendekati kantor pendaftaran Pemilu dengan berjalan kaki. Kantor tersebut menjadi pusat pendistribusian kartu identitas bagi para pemilih dalam Pemilu yang dijadwalkan digelar pada Oktober 2018.

“Ada perempuan, anak-anak. Semua orang datang untuk mendapatkan kartu identitas mereka,” ujar saksi bernama Bashir Ahmad, yang berada di dekat lokasi ketika bom meledak.

Kantor pendaftaran pemilih dibuka di berbagai daerah di Afganistan oleh pemerintah untuk mempersiapkan diri menjelang Pemilu parlemen dan Perwakilan Setempat (DPRD) .

Presiden Ashraf Ghani sendiri telah mendapat tekanan dari negara-negara internasional untuk memastikan Pemilu digelar tahun ini, sebelum Pilpres pada 2019.

Pemerintah harus memastikan jutaan warganya, yang sebagian besar tidak memiliki Kartu Kewarganegaraan segera mendapatkan kartu identitas pemilih sebelum musim dingin agar Pemilu bisa digelar.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR