5 Pemda Kabupaten/Kota di Jawa Timur Siap Ikut Kemitraan Pendidikan Melalui Program Inovasi

Kasubag Hubungan Kerjasama Dalam Negeri Jawa Timur Ali Afandi saat memimpin kesepakatan Kemitraan Pendidikan melalui Program Inovasi di Pemprov Jawa Timut. (Dian KD)

Sebanyak lima kabupaten dan kota di Jawa Timur, Pasuruan, Probolinggo, Sidoarjo, dan Sumenep, serta Kota Batu, menyatakan siap ikut kemitraan pendidikan melalui Program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI). INOVASI adalah sebuah program kemitraan pendidikan Australia-Indonesia dalam peningkatan kualitas pendidikan dasar khususnya dalam bidang literasi, numerasi, dan inklusi.

Hal ini disampaikan dalam finalisasi kesepakatan kerjasama yang dibahas bersama di Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Timur, yang dipimpin Kasubag Hubungan Kerjasama Dalam Negeri Jawa Timur Ali Afandi.

Ali mengungkapkan harapannya, kesepakatan ini bisa segera selesai dan disosialisasikan dengan bupati dan walikota di lima kabupaten dan kota di Jawa Timur ini.

“Saya berharap sosialisasi ini segera bisa dilakukan oleh 5 kabupaten dan kota. Dan disetujui oleh pemimpin daerah masing-masing sehingga bisa ditandatangani bersama dengan Gubernur Jatim dalam waktu dekat,” ungkapnya.

Tujuan yang akan dicapai dari seluruh program yang akan berlangsung di lima kabupaten dan kota ini adalah anak-anak. Sehingga harapan Ali kesepakatan ini bisa segera terlaksana dalam bentuk pelaksanaan program di daerah yang ditunjuk.

Dijelaskan oleh Ali, Program INOVASI diharapkan bisa memberikan penguatan guru, kepala sekolah, pengawas, dan stakeholder pendidikan di 5 kabupaten dan kota yang terpilih sehingga kualitas pendidikan dasar di Jatim semakin meningkat.

Basillus Bongeteku selaku Senior Sub National Implementation Adviser mengungkapkan, Program INOVASI akan mendampingi para guru, kepala sekolah, dan pengawas di tingkat gugus melalui penguatan Kelompok Kerja Guru (KKG).

“Masing-masing kabupaten dan kota akan memiliki fokus penguatan pendidikan sesuai dengan permasalahan kebutuhan di setiap kabupaten dan kota,” terangnya.

Kabupaten Sidoarjo akan dilakukan penguatan dalam bidang numerasi terutama pembelajaran Matematika kelas awal, yakni Kelas 1, 2, 3 Sekolah Dasar. Kabupten Pasuruan dalam bidang literasi, di mana permasalahan yang terjadi di sana. Masih banyak siswa yang mengalami kesulitan untuk memahmi bacaan. Meski dalam hal ini banyak siswa sudah mahir membaca.

Sedangkan Kabupaten Probolinggo, selain penguatan juga bidang literasi. Kab Probolinggo juga akan melakukan pilot dalam pembelajaran kelas rangkap (multigrade). Hal ini untuk mengatasi kekurangan guru di wilayah terpencil. Sementara Kota Batu akan diberikan penguatan kepemimpinan kepala sekolah agar mampu melaksanakan tugasnya dengan baik. Dan wilayah terakhir yakni Kabupaten Sumenep akan diberikan penguatan dalam literasi.

“Khusus untuk Kab Sumenep kami juga akan bekerja di kepulauan yakni Pulau Talango, untuk menguatkan pendidikan dasar di kepulauan,” terangnya.

Selain melakukan penguatan di sekolah dasar, Program INOVASI juga menyasar Madrasah Ibtidaiyah (MI) dibawah naungan Kementrian Agama.

Seemntara itu dalam kesempatan sama, Gubernur Jawa Timur Soekarwo menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Program INOVASI ini di Jawa Timur.

“Pemprov Jatim merekomendasikan sejumlah kabupaten dan kota sebagai mitra awal INOVASI. INOVASI akan bermitra di Jawa Timur hingga 2019. Kabupaten dan kota yang terpilih adalah kabupaten dan kota yang kebijakannya berpihak pada mutu pembelajaran siswa serta peduli pada anak berkemampuan khusus,” ungkap Soekarwo.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR