500 Rumah di Kampung Pelangi Semarang Akan Mendapat Sertifikat

Kampung Pelangi Semarang, yang warganya akan mendapat sertifikat atas tanah yang ditempatinya

IndeksBerita.com, Semarang – Masyarakat yang tinggal di Kampung Pelangi Semarang, tepatnya di Kelurahan Randusari, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, sepertinya akan merasa lega. Pasalnya, sebanyak 500 rumah dikawasan yang kini menjadi kampung wisata tersebut akan memperoleh sertifikat atas nama warga yang menempati setelah sebelumnya berstatus tanah negara.

Sebagai realisasi dari pemberian sertifikat tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melalui Dinas Penataan Ruang saat ini tengah melakukan proses pengukuran lahan yang ditempati oleh warga.

Agus Riyanto, Kepala Dinas Penataan Ruang Kota Semarang menuturkan , proses dari kebijakan Pemerintah Kota Semarang itu sudah dimulai sejak awal Juni 2017. Namun pihaknya melakukan sosialisasi secara bertahap kepada masyarakat.

“Sosialisasinya sudah dimulai sejak satu bulan yang lalu. Saat ini sudah tahap eksekusin dengan ┬ápengukuran rumah-rumah warga,” sebut Agus di Semarang, Senin (31/7/2017).

Untuk mendapatkan  sertifikat tanah tersebut, lanjut Agus, warga hanya dikenakan biaya Rp 60 ribu. Kemudahan juga diberikan oleh Pemkot Semarang kepada warga yang ingin memperoleh sertifikat , yakni cukup dengan mengurus surat ke Kelurahan sebagai bukti menempati lahan ditempat itu.

“Untuk selanjutnya merupakan tugas Lurah untuk membuat administrasi penguasaan tanah negara yang disaksikan Ketua RT dan RW setempat,” paparnya.

Agus menyebutkan, awalnya pihaknya hanya akan menerbitkan sertifikat untuk 350 rumah. Namun, karena di kampung tersebut ada 500 rumah dan para penghuninya berminat mendapatkan sertifikat, alhasil seluruh rumah di Kampung Pelangi itu nantinya akan bersertifikat.

“Seluruh rumah yang ada di sana, termasuk rumah-rumah yang di perbatasan makam, sebanyak 500 rumah,” pungkasnya.

Sebelumnya,Kampung Pelangi di Semarang ini menjadi perhatian para netizen hingga ke mancanegara karena kampung yang dulunya termasuk kumuh tersebut berubah menjadi kampung yang indah tertata setelah menghabiskan anggaran sekitar 3 Miliar yang terkumpul CSR Perusahaan, hingga uang pribadi.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR