Acara Santunan Anak Yatim di Bogor, Almisbat Membahas Nawacita dan Kepedulian Pada Sesama

Sekjen DPN Almisbat Hendrik Dikson Sirait memberikan santunan kepada puluhan anak yatim saat gelar buka bersama di Salak Tower, Kota Bogor, Jumat (16/6/2017)

Aliansi Masyarakat Sipil untuk Indonesia Hebat (Almisbat) Kota Bogor gelar buka bersama dan santunan puluhan anak yatim di Salak Tower, Lantai 8, Jalan Salak, Kota Bogor, Jumat (16/6/2017). Dalam kesempatan tersebut, Almisbat membahas Nawacita dan kepedulian pada sesama.

Hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya Wandy Tutorong dari Kantor Staf Presiden RI, Ketua DPD Almisbat Kota Bogor Syaiful Afriady, Sekjen DPN Almisbat Hendrik Dikson Sirait dan Asisten Perekonomian Pembangunan dan Kesra (Aspebangkesra) Setda Kota Bogor Edgar Suratman.

Saat didapuk memberikan sambutan, Wandy Tutorong mengajak pengurus Almisbat Kota Bogor untuk berperan serta mewujudkan agenda Nawacita Jokowi-Jusuf Kalla.Edgar Suratman, Aspebangkesra) Setda Kota Bogor memberi santunan Anak YatimEdgar Suratman, Aspebangkesra, Setda Kota Bogor memberi santunan Anak Yatim

“Tantangan kita yakni merealisasikan nawacita. Dan, itu perlu campur tangan masyarakat sipil untuk membantu mengakselerasi pencapaian visi tersebut,” tukas mantan aktivis mahasiswa 90-an yang akrab dipanggil Binyo.

Terkait 9 Nawacita Jokowi-JK, Binyo kembali mengingatkan dan merinci satu demi satu. Pertama, sebutnya, menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara, melalui politik luar negeri bebas aktif, keamanan nasional yang terpercaya dan pembangunan pertahanan negara Tri Matra terpadu yang dilandasi kepentingan nasional dan memperkuat jati diri sebagai negara maritim.

“Selanjutnya, kedua, membuat pemerintah tidak absen dengan membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis, dan terpercaya, dengan memberikan prioritas pada upaya memulihkan kepercayaan publik pada institusi-institusi demokrasi dengan melanjutkan konsolidasi demokrasi melalui reformasi sistem kepartaian, pemilu, dan lembaga perwakilan,” lanjutnya.

Dan, ketiga, membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan. Selanjutnya, keempat, menolak negara lemah dengan melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat, dan terpercaya.

“Seterusnya, kelima, meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan dengan program “Indonesia Pintar”; serta peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan program “Indonesia Kerja” dan “Indonesia Sejahtera” dengan mendorong land reform dan program kepemilikan tanah seluas 9 hektar, program rumah kampung deret atau rumah susun murah yang disubsidi serta jaminan sosial untuk rakyat di tahun 2019,” tuturnya.

Kemudian, keenam, meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional sehingga bangsa Indonesia bisa maju dan bangkit bersama bangsa-bangsa Asia lainnya. Serta, ketujuh, mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik.

Delapan, lanjutnya, melakukan revolusi karakter bangsa melalui kebijakan penataan kembali kurikulum pendidikan nasional dengan mengedepankan aspek pendidikan kewarganegaraan, yang menempatkan secara proporsional aspek pendidikan, seperti pengajaran sejarah pembentukan bangsa, nilai-nilai patriotisme dan cinta Tanah Air, semangat bela negara dan budi pekerti di dalam kurikulum pendidikan Indonesia.

“Terakhir, memperteguh kebhinnekaan dan memperkuat restorasi sosial Indonesia melalui kebijakan memperkuat pendidikan kebhinnekaan dan menciptakan ruang-ruang dialog antarwarga,” ujarnya

Pada kesempatan yang sama, Sekjen DPN Almisbat, Hendrik Dikson Sirait menyampaikan pentingnya memaknai dan membangun nilai positif di bulan Ramadan.

“Kegiatan seperti ini patut diapresiasi sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus membumikan nilai-nilai Islam yang Rahmatan Lil Alamin yang penuh berkah. Semoga kegiatan ini bisa dilakukan banyak pihak untuk menjadikan nilai-nilai agama khususnya Islam sebagai agama yang peduli kepada sesama di tengah masyarakat yang berbhinneka,” tutupnya. (eko).

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR