Adanya Penamparan Kades oleh Dandim, Sekber Konsolidasi Demokrasi Himbau TNI Jaga Profesionalisme

Foto ilustrasi

Penamparan terhadap Kades Jambangan Kecamatan Sarang Kabupaten Rembang M Hilaudin, oleh Komandan Distrik Militer (Dandim) 0720/Rembang Letkol Inf Darmawan Setiady, mendapat sorotan dari berbagai pihak. Termasuk salah satunya dari Koordinator Sekretariat Bersama Konsolidasi Demokrasi, Fitradjaja Purnama, yang mengecam insiden penamparan Kades oleh Dandim tersebut.

Fitra mengungkapkan, insiden ini terjadi karena militer (TNI) terlalu mendapatkan keleluasan, ikut terlibat dalam urusan sipil dan aparatur sipil. Menurut Fitra, pendekatannya tentu saja tak lepas dari pendekatan militeristik.

“Beginilah jadinya kalau militer ikut cawe-cawe urusan sipil dan aparatur sipil. Yang terjadi pendekatan militerisitik. Dianggap kepala desa itu anak buahnya di barak tentara,“ kata Fitra dalam acara workshop hasil panen bagi kalangan home industri yang digelar Lembaga Pembangan Masyarakat (LPM) di Kelurahan Made Kota Surabaya, Ahad (12/11/2017).

Masih kata Fitra dalam penegasannya, tentara lebih baik konsentrasi saja dalam perofesionalisme militer dan jangan terlibat ikut campur tangan terlalu jauh dalam urusan sipil dan aparatur sipil.

“Lebih baik tentara menjaga kehormatan negara dengan menjaga kehormatan profesionalitasnya dan menjaga kehormatan sapta marganya,“ saran Fitra.

Ia lantas menambahkan, dengan menjaga kehormatan sapta marga akan menjadi bisa menjaga kehormatan negara dan kehormatan rakyat. “Jangan malah main tempeleng seperti itu,“ tandas Fitra.

Selanjutnya Fitra juga mengungungkapkan, saat ini kepala desa sedang mendapat ujian yang berat untuk mengimplementasikan undang-undang desa. Tentu saja di dalamnya ada yang bersifat krusial, yaitu mengelola dana desa.

“Ini cobaan yang akan dihadapi. Dan ini merupakan ujian yang luar biasa besar. Karena itu memang kepala desa menjadi sorotan dari berbagai pihak,“ ujar Fitra.

Maka ia pun meminta, jangan sampai pengelolaan dana desa itu rentan penyelewengan dan jangan sampai penyelewengan-penyelewengan itu terjadi.

“Peristiwa ini semoga saja menjadi pelajaran kepala desa, supaya terampil dalam mengelola dana desa itu,“ ujar Fitra.

Sebagaimana terjadi, Dandim 0720/Rembang Letkol Inf Darmawan Setiady telah menampar Kades M Hilaudin. Penamparan terjadi saat sosialisasi dana desa yang digelar Forkopimda setempat di Pendapa Museum RA Kartini Rembang  Jumat (10/11/2017) lalu. Pasca peristiwa tersebut, akhirnya mereka saling memaafkan, dan berujung secara resmi Komandan Korem073/Makutarama Salatiga Kolonel Inf Joni Pardede menonaktifkan Dandim 0720 Rembang Letkol Inf Darmawan Setiady.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR