Akhirnya Direktur RSU Sidikalang Dipolisikan

Pengacara Polltak Agustunus Sinaga (kanan), bersama.kliennya Tulus Sihombing, suami dari Ramayana ,yang meninggal bersama anaknya yang dikandungmya, di RSU Sidikalang (Rijal Ilyas)

Organisasi Kedaerahaan Kabupaten Dairi, Wajah Masyarakat Dairi (Wamada) melalui LBH Wamada resmi menjadi Kuasa Hukum dan melaporkan Pimpinan  Rumah Sakit Umum Sidikalang, ke Polres Kabupaten Dairi. RSU Sidikalang.dilaporkan polisi karena diduga melanggar Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan pasal 190 ayat 1 dan 2.

Melalui pengacara LBH Wamada, Poltak Agustinus Sinaga, S.H. sebagai kuasa hukum korban yang mewakili suami korban, Tulus Sihombing, datang bersama tim kuasa hukum ke Polres Kabupaten Dairi pada Rabu Siang, 25 April 2018.

“Kami datang kesini untuk menempuh jalur hukum, atas pelanggaran yang telah dilakukan oleh pihak RSU Sidikalang, tentunya dalam hal ini Pimpinan rumah sakit,” kata Poltak kepada awak media.

Poltak mengatakan, kejadian yang menyebabkan Ibu Ramayana Sidauruk dan bayinya meninggal dunia saat ingin melahirkan, menjadi pukulan telak bagi seluruh masyarakat Dairi, hal yang terpenting adalah tidak adanya fasilitas kesehatan yang memadai.

“Masalah kesehatan jangan pernah diremehkan, ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua,” tandas Poltak.

Sebelumnya, Kematian Ramayana Sidauruk (38), bersama bayi di kandungannya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, Minggu (15/4), diduga akibat tidak memadainya fasilitas dan pelayanan yang ada di Instansi RSUD Sidikalang, Kabupaten Dairi.

Hal yang sama dikatan oleh Suami Korban, Tulus, yang datang bersama orang tuanya ke Polres Dairi, dirinya sangat meyakini bahwa saat istrinya datang ke rumah sakit dalam keadaan sehat.

“Sebelum akan melahirkan, dia masih bisa berjalan dari halaman rumah sakit sampai naik ke tempat tidur pemeriksaan,” ungkap Tulus.

Namun, kata Tulus, dokter tidak ada sama sekali di RSUD, malah perawat menyarankan agar istri saya dirujuk ke rumah sakit yabg ada di daerah Kaban Jahe.

“Mobil ambulan untuk mengantar tidak ada, sehingga nyawa istri dan anak saya tidak tertolong, akhirnya istri saya dan anak kami meninggal dunia,” tutup tulus dengan wajah tampak sedih.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR