Ini Alasan Rizieq Tak Hadiri Panggilan Polda Hari Ini

Pentolan Front Pembela Islam Rizieq Shihab tidak hadir dalam pemeriksaan sebagai saksi di Polda Metro Jaya hari ini, Selasa (25/4). Rizieq dan Firza Husein sedianya akan diperiksa sebagai saksi terkait konten pornografi.

Ketua Bantuan Hukum FPI Sugito Atmo Pawiro mengatakan Rizieq tidak hadir karena mempunyai acara yang tidak dapat ditinggalkan.

“Belum hadir. Ada kegiatan yang tidak dapat ditinggalkan,” kata Sugito kepada di Jakarta, Selasa (25/4).

Sugito mengatakan informasi ketidakhadiran Rizieq tersebut sudah diberitahukan kepada Polda Metro Jaya. Menurutnya Rizieq siap hadir untuk agenda selanjutnya.  “Minggu depan beliau siap di BAP,” kata Sugito.

Selain Rizieq, rupanya Ketua Yayasan Solidaritas Cendana Firza Husein juga tidak hadir dalam pemeriksaan ini. Kuasa hukum Firza, Azis Yanuar mengatakan kliennya tidak dapat hadir karena sakit dan meminta jadwal pemeriksaan ulang ke Polda Metro Jaya.

“Tidak datang. Mau minta jawdal ulang (reschedule),” kata Azis pada Senin (24/4) malam.

Aziz mengatakan Firza akan kooperatif dalam kasus ini. Namun demikian ia meminta kepolisian tidak hanya memeriksa kliennya tapi juga mengusut pelaku penyebar konten ke media sosial.

“Bukan malah pihak yang jadi korban malah diperiksa dulu dan dikriminalisasi,” ucap Aziz.

Sebelumya, Yanuar menegaskan tidak ada urgensi pemeriskan Rizieq dalam kasus ini. Rizieq diketahui tidak pernah dimintai keterangan sebagai saksi selama ini di Polda Metro Jaya.

“Menurut saya juga enggak ada urgensinya. Habib ini hanya sebagai korban, ada orang mau tenar, menghina beliau. Mereka mau blog atau websitenya tenar,” kata Azis.

Azis menegaskan, kliennya memastikan tidak pernah berpose seperti yang dimuat dalam blog ‘baladacintarizieq’. Untuk membuktikan bahwa konten porno dalam blog tersebut adalah fitnah, Firza menegaskan bakal kooperatif selama diperiksa polisi.

“Klien kami enggak pernah berfoto seperti itu, pose-pose seperti yang ada di blog itu enggak pernah ada,” ujar Azis

Azis menolak komentar terkait percakapan antara Firza dengan seseorang yang dipanggil Kak Emma. Namun, menurutnya, karena kliennya berteman dengan pemilik nama asli Fatihah tersebut, percakapan di antara mereka pasti dilakukan dengan pembahasan yang beragam.

“Kalau percakapan sebagai teman pasti ada obrolan. Tapi untuk yang beredar itu, saya enggak bisa komentar,” ucapnya.

Polda Metro Jaya mendasarkan pemeriksaan para saksi tersebut berdasarkan dugaan pelanggaran atas UU Pornografi dan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR