Aliansi Advocat Muda Indonesia: Status Tersangka Rizieq Sihab Murni Penegakan Hukum

Ketua Pelaksana Harian Aliansi Advocat Muda Indonesia (AAMI), Fendi Sigalingging SH

Penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menetapkan pimpinan FPI Rizieq Shihab sebagai tersangka terkait percakapan WhatsApp berkonten pornografi dengan Firza Husein. Rizieq Sihab diduga melanggar Pasal 4 ayat 1 juncto Pasal 29 dan atau Pasal 6 juncto Pasal 32 dan atau Pasal 9 juncto Pasal 35 Undang-undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi. Penetepan status tersangka Rizieq Sihab menjadi polemik ditengah masyarakat  lantatan Tim Kuasa Hukumnya menggap hal itu sebagai kriminaslisasi yang dilakukan oleh pihak Kepolisian.

Menanggapi hal itu Ketua Pelaksana Harian Aliansi Advocat Muda Indonesia (AAMI), Fendi Sigalingging SH menggap bahwa tim kuasa hukum Rizieq melakukan upaya penyesatan opini.

“Melihat perkembangan dinamika hukum saat ini dimana kemudin penegakan hukum diwarnai dengan intervensi pengerahan massa, penggalangan oponi masyarakat, menyebabkan upaya penegakan hukum di Indonesia menjadi bias,” ujar Fedi, (31/5).

Fendi menerangkan kriminalisai dalan teori hukum adalah perbuatan yang bukan tindak pidana tetapi dipaksakan menjadi tindak pidana. “Salah satu sumber hukum yang berlaku di Indonesia salah satunya adalah pendapat para sarjana dengan parameter jelas yakni nilai intelektualitas, berintegritas serta mempunyai jiwa terhormat sebagaimana dalam profesi advokat yang merupakan profesi terhormat (officium nobile),” terang Fendi.

Fendi mengku dirinya prihatin melihat dinamika hukum saat ini, dimana para praktisi hukum kehilangan nalar sehat lantaran masif opini sesat yang dihembuskan oleh para pihak yang berkepentingan dikasus Rizieq Sihab.

“Saya melihat peristiwa ini seakan menjadi kritik terhadap kadar keilmuan para praktisi hukum lantaran seolah mereka mengamini kesesatan pendapat soal kriminalisasi dalam kasus yang menimpa Rijieq Sihab. Padahal jelas, S1 sarjana hukum saja mengertidefinisi kriminalisasi yang secara sederhana bisa dimaknai sebuah perbuatan yang bukan tindak pidana dijadikan tindak,” papar Advocat muda ini.

Pendi mengingatkan adigum viat justitia ruat caelum yang berarti tegakan keadilan walaupun langit runtuh harusnya dimaknai dengan benar.

“Dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh Rizieq sudah diatur dalam UU ITE jadi bisa disimpulkan bahwa penetapan tersangka terhadap Rizieq Shihab bukanlah kriminalisasi tapi murni penegakan hukum, hal ini harus disadari semua pihak,” keluh Pendi.

Pendi menyarankan agar pengacara Rizieq Sihab melakukan perlawanan hukum sesuai kentuan undang-undang.

“Eloknya kalo mereka tidak sependapat dengan keputusan penyidik Kepolisian soal penetapan tersangka Rizieq sihab, jangan terus melakukan perlwanan jalanan lewat opini ataupun pengerahan massa,” pungkasnya.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR