Jurnalis UIN Kutuk Kekerasan terhadap Jurnalis oleh TNI di Medan

Ikatan Jurnalis UIN Syarief Hidayatullah Jakarta (IJU) membuat pernyataan sikap terkait insiden kekerasan terhadap insan pers oleh oknum anggota TNI Angkatan Udara di Medan.

Ketua Umum IJU, Rahmatullah (Pipo) menegaskan, pihaknya mengutuk keras tindakan kekerasan disertai dengan pelecehan seksual terhadap wartawati matatelinga.com berinisial DE alias A (25 tahun) yang dilakukan sejumlah oknum TNI AU tersebut.

“Segala bentuk kekerasan terutama yang disertai dengan pelecehan tidak boleh lagi terjadi di bumi Indonesia,” ujar Pipo, di Jakarta, Jumat (26/8).

Pada Senin, 15 Agustus 2016 korban DE meliput bentrokan atas lahan masyarakat Sari Rejo dengan TNI AU menjelang HUT RI-71, di Desa Sari Rejo, Medan Polonia, Medan.

Sejumlah oknum tentara yang memergoki aktivitas DE keberatan. Sejumlah anggota Paskhas TNI AU Lanud Soewondo‎ lantas mengejar wartawati DE, hingga terpojok di sebuah warung es di Jalan Teratai, Desa Sari Rejo, Medan Polonia, Medan.

Setelah terpojok, DE alias A langsung dianiaya oleh sejumlah oknum TNI AU. Mereka juga mengancam akan menusuk kemaluannya dan melakukan pelecehan seksual selama perjalanan pulang. Akibatnya, korban mengalami luka dan trauma serius.

Kini, DE sudah dimintai keterangan tim penyidik TNI AU dan dewan pers terkait peristiwa yang telah menimpanya.

Pada hari yang sama, oknum anggota TNI AU yang sama juga melakukan pemukulan terhadap dua wartawan MNC Media Andri Safrin dan wartawan Tribun Medan Array Argus hingga mengalami luka serius.

Kini, Andri Safrin dan Array Argus telah mendapat perawatan dari pihak rumah sakit akibat pukulan yang diterimanya dari oknum TNI AU.

IJU menilai TNI AU harus bersikap transparan dan mengumumkan hasil penyelidikan yang sudah dilakukannya atas peristiwa yang menimpa DE, Andri Safrin dan Array Argus kepada masyarakat.‎

“Umumkan nama-nama pelaku juga sanksi yang akan diberikan terhadap seluruh oknum TNI AU ‎kepada publik,” tegas Pipo.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR