Almisbat Kaltara Prihatinkan Rusaknya Jalan Trans Kalimantan Utara

Kondisi jalan Trans Kalimantan Utara dari Sembakung sampai Sebuku (Eddy Santri)

IndeksBerita.com , Nunukan – Rusaknya badan jalan Trans Kalimantan Utara dari Kecamatan Sembakung hingga Kecamatan Sebuku sangat dikeluhkan oleh masyarakat yang bermukim diwilayah tersebut. Dimana sepanjang 25-30 kilometer terdapat kerusakan berupa jalan belubang, longsor bahkan ditempat-tempat tertentu terdapat badan jalan yang amblas.

Keluhan semakin memprihatinkan, pasalnya jalan tersebut adalah satu-satunya akses masyarakat dan juga merupakan satu-satunya jalan penghubung diwilayah 6 (enam) Kecamatan yakni Kec.Lumbis Ogong, Lumbis, Sembakung, Sembakung Atulai, Tolin Onsoi dan Kecamatan Sebuku.

Dari pantauan dilapangan, kerusakan bukan hanya terjadi di jalan antara Sembakung Atulai hinga Kecamatan Sebuku,Kabupaten Nunukan saja,tetapi jalan berlubang hingga longsor juga dijumpai dibeberapa lokasi sepanjang jalan Trans Kaltara antara Kabupaten Tana Tidung hingga Kabupaten Malinau.

Ketua Aliansi Masyarakat Sipil untuk Indonesia Hebat (Almisbat) Kalimantan Utara, Jusip Bakulit mengungkapkan keprihatinanya terhadap kondisi jalan tersebut dan meminta Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara cepat tanggap dengan kondisi itu.

“Awalnya satu titik, dibiarkan menjadi dua titik dan jika ini terus diabaikan, maka bukan tidak mungkin sepanjang jalan Trans Kaltara ini akan mengalami kerusakan. Dan ahirnya akan muncul asumsi publik bahwa Pemerintahan Jokowi-JK abai terhadap insfratruktur Perbatasan” ujar Jusip di Nunukan, Senin (28/8/2017)

Kondisi Trans Kalimantan Utara

Padahal menurut Jusip, Pemerintahan Jokowi sudah dengan tegas menyatakan bahwa pembangunan dari pinggiran adalah salah satu misinya dan hal ini dipertegas dalam konsep Nawacita ke 3 (tiga).

“Salah satu hal yang dapat menyebabkan tersendatnya Nawacita adalah sikap abai dan tutup mata Pemerintah Daerah dengan kondisi seperti ini. Apalagi jika fakta rusak dan timpangnya pembangunan insfratruktur di wilayah ini tidak sampai ke Pemerintah Pusat,maka kegagalan Nawacita adalah keniscayaan,” imbuhnya.

Dan apabila saat ini telah ada pihak yang dipercayakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara terkait rusaknya jalan tersebut,Jusip berharap agar Pemprov Kaltara dapat dengan tegas menegur pihak kontraktor guna secepatnya menyelesaikan perbaikan agar kerusakan tidak bertambah panjang.

Jalan trans Kalimantan Utara

“Perbatasan ini adalah wajah negara. Bagaimana kita akan berwibawa dimata negara lain jika kondisi jalan diteras depan negara saja seperti ini.,” tutur Aktivis dibawah payung Relawan yang terkenal dekat dan loyal dengan Presiden Jokowi tersebut.

Secara terpisah,Anggota DPRD Kabupaten Nunukan,Anto Bolokot juga menyampaikan keprihatinanya terkait rusaknya jalan penghubung khususnya antara Kecamatan Sembakung Atulai-Sebuku, Nunukan. Anto menghawatirkan bahwa apabila kerusakan tersebut dibiarkan berlarut-larut,maka bukan hanya menyebabkan ketidaknyamanan pengguna jalan tetapi juga dapat menyebabkan kecelakaan.

“Siang saja kita sudah was-was dan harus ekstra hati-hati melewati jalan itu, apalagi kalau malam hari. Karena jika salah arah sedikit saja, kecelakaan pasti akan terjadi,” papar Anto kepada IndeksBerita.com via telepon selulernya.

Anto juga berharap agar Pemerintah Daerah Nunukan maupun Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara agar melakukan pengawasan dan berani memberikan teguran keras kepada para investor yang tidak mematuhi penggunaan badan jalan.

“Muatan yang berlebih dari kendaraan-kendaraan Perusahaan yang beroperasi diwilayah ini,juga menjadi salah satu penyebab rusaknya jalan. Untuk itu baik Pemda ataupun Pemprov seharusnya harus berani memberikan teguran atau bahkan sanksi buat para investor yang hanya karena ingin mengejar keuntungan tapi mengabaikan keseimbangan jalan yang akibatnya masyarakat kecil yang dirugikan,” pungkas Politisi Partai Golkar tersebut.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR