Almisbat Kota Bogor Protes Macet “Sumbangan” DLLAJ

BOGOR – Keberadaan Kantor Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan (DLLAJ) di Jalan Raya Tajur No 54, Kota Bogor dinilai Ketua Aliansi Masyarakat Sipil untuk Indonesia Hebat (Almisbat) Kota Bogor, Syaiful Afriady sebagai penyumbang kemacetan. Guna menghindari hal itu, Walikota Bogor Bima Arya didesak untuk mempertimbangkan lahan baru.

“Kemacetan sering terjadi di Kota Bogor, tepatnya di seputaran kantor DLLAJ. Kemacetan belakangan ini kerap terjadi di sekitar Kantor DLLAJ Kota Bogor. Hal ini dipicu karena banyaknya kendaraan yang ingin melakukan PKB (Pengujian Kendaraan Bermotor),” kata Syaiful kepada indeksberita.com, Senin (6/3/2017) petang.

Masih menurutnya, sarana parkir di area Kantor DLLAJ Kota Bogor saat ini sudah tidak bisa menampung kendaraan yang akan melakukan PKB.

“Hal itu, diperparah lagi dengan adanya 10 bus yang merupakan bantuan dari Kemenhub yang sejak Desember 2016 berada di parkiran area Kantor DLLAJ Kota Bogor. Kondisi ini sangat mengganggu pelayanan masyarakat serta mengganggu kenyamanan berlalu-lintas di Jalan Raya Tajur,” imbuhnya.

Bertolak dari itu, lanjut Syaiful, Almisbat Kota Bogor meminta Wali Kota Bogor agar segera memikirkan lahan baru untuk Kantor DLLAJ Kota Bogor sehingga pelayanan bisa berjalan lancar dan pengguna lalu lintas tidak terganggu.

Pada bagian lain, Ketua Organda Kota Bogor, Moch Ischak Abdul Razak berkomentar senada. Ia membenarkan kemacetan di areal masuk dan keluar kantor DLLAJ berdampak di sepanjang Jalan Raya Tajur.

“Kemacetan itu dimulai dari Ekalokasari hingga Biotrop. Penyebabnya, adanya 10 bus bantuan pemerintah diparkir di halaman kantor Dishub Kota Bogor, belum lagi adanya tumpukan besi tua bekas rambu lalu lintas dan lainnya. Harapan kami, agar bus dan besi tua tersebut dipindah dari area parkir kantor Dishub Kota Bogor,” tutupnya. (eko)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR