Alumni ITS Serukan Kawal Pemilu dan Rekonsiliasi

Perwakilan Alumni ITS yang tergabung dalam FA ITS dan KAA ITS menyerahkan dukungan kepada KPUD Jawa Timur

Proses Pemilu Serentak yang digelar 17 April 2019 kini telah memasuki separuh babak. Komisi Pemilihan Umum (KPU) kini tengah menyelesaikan proses Rekapitulasi. Tahapan demi tahapan Pemilu menjadi obyek perhatian seluruh masyarakat Indonesia, karena dari sinilah perjalanan bangsa akan ditentukan. Alumni ITS yang tergabung dalam Forum Alumni ITS (FA ITS) dan Komite Arek Alumni ITS (KAA-ITS), menilai bahwa Pemilihan Umum 17 April 2019 yang secara umum dapat dikatakan berlangsung dengan baik dan lancar.

Terkait dengan penilaian yang mereka lakukan, FA-ITS dan KAA ITS menghimbau agar pesta demokrasi yang menjadi pintu gerbang arah perjalanan bangsa ini, tidak dinodai dengan hal-hal yang melanggar konstitusi. Oleh karena itu, FA ITS dan KAA-ITS menyerukan kepada semua pihak agar menahan diri untuk bersama- sama menunggu hasil resmi Rekapitulasi hasil Pemilu 2019 yang dilaksanakan oleh KPU secara manual dan berjenjang tersebut.

“Hasil rekapitulasi inilah yang secara sah menurut hukum menjadi hasil resmi penentuan Presiden/wakil Presiden terpilih 2019-2024,” ujar Boediono mewakili FA ITS dan KAA ITS melalui pesan tertulisnya yang diterima indeksberita.com, Selasa (30/4/2019).

Kendati demikian, Boediono menengaskan bahwa menahan diri bukan berarti diam. Namun sebagai bagian dari bentuk partisipasi masyarakat untuk penguatan Demokrasi, KAA-ITS menghimbau kepada semua pihak untuk terus mengawal penghitungan suara yang dilaksanakan secara terbuka dan berjenjang.

“Harus kita kawal sama-sama proses rekapitulasi dari TPS, PPK, KPU Kota/Kabupaten, KPU Propinsi sampai dengan KPU RI hingga diperoleh hasil definitif yang akan ditetapkan tanggal 22 Mei 2019,” tandasnya.

Dalam setiap kontesasil lanjutnya, pasti ada pihak yang kalah dan menang. Menyikapi hal tersebut, menurut Boediono, FA ITS dan KAA-ITS menyerukan rekonsiliasi nasional sebagai upaya mendinginkan suhu politik yang sempat memanas. Tokoh masyarakat, alim ulama, elit politik, pemimpin publik dan segenap komponen bangsa diharap saling bergandengan tangan untuk kembali merajut persatuan dan kesatuan nasional.

“Mari kita bersama-sama mengawal agenda-agenda kebangsaan, menuju Indonesia yang maju, adil dan sejahtera. Mari kita rawat kebhinekaan sebagai rahmat untuk persatuan nasional,” ujarnya.

Selain itu Boediono menuturkan, dalam Pemilu kali ini telah menyebabkan jatuhnya korban jiwa baik dari penyelenggara maupun pihak aparat. Sehingga FA ITS dan KAA-ITS meminta kepada masyarakat untuk mengambil hikmah dari peristiwa yang oleh sebagian pihak dianggap sebagai ‘tragedi pemilu’ tersebut

Menurut FA ITS dan KAA ITS, Petugas KPPS, Linmas, Polri dan semua pihak yang telah telah bekerja keras, bersama-sama dalam penyelenggaran pemungutan suara di tingkatan TPS, yang dalam pelaksanaannya hingga larut malam bahkan hingga pagi hari seharunya dapat menjadi pelajaran bersama tentang solidaritas dan kegotongroyongan.

“Semangat dan dedikasi mereka untuk menyukseskan Pemilu 2019 jauh lebih tinggi mengalahkan jumlah honor/insentif yang mereka terima. Ini seharusnya menjadi pelajaran kita bersama. Dan kepada mereka yang menjadi korban, FA ITS dan KAA-ITS menyampaikan bela sungkawa sedalam-dalamnya. Semoga yang sakit segera diberikan kesembuhan dan dapat kembali berkarya di masyarakat, dan kepada petugas yang meninggal diberikan tempat terbaik di sisi Allah Yang Maha Kuasa,” ungkapnya.

Lebih lanjut, FA ITS dan KAA-ITS juga mengapresiasi Bawaslu yang bersinergi dalam Sentra Penegakan Hukum Terpadu (GAKKUMDU) termasuk di dalamnya Kepolisian dan Kejaksaan RI yang telah mengawal berlangsungnya Pemilu 2019 dan berhasil mengungkap berbagai pelanggaran dan kejahatan termasuk kasus money politik, merebaknya hoax dan beberapa kecurangan Pemilu.

“FA ITS dan KAA-ITS mengapresiasi KPU dan Bawaslu selaku penyelenggara Pemilu 2019 yang telah menjalankan tugasnya dengan baik sehingga Pemilu 2019 berjalan dengan lancar, aman dan damai, didukung oleh pengamanan maksimal dari jajaran Polri dan TNI,” pungkasnya.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR