Amir Zidane Crew Slank yang Rilis Lagu Sendiri

Amir Zidane vokalis Band Jaddah, mengeluarkan single baru berjudul I'am Sorry

Single hit ‘I’m Sorry’ karya Amir Zidane, Vokalis Jaddah Band, siap dirilis untuk menjadi ‘Radio Hits’ diseluruh Indonesia, sebagai karya solo. Meski tidak dirilis atas nama band, tapi lagu I’m Sorrry ini merupakan hasil kolaborasi dengan semua personel Jaddah yang direkam tahun 2007 oleh Memed (gitar, operator, mixing), Coky mastering, Edo Edoy (drum), Dadox (angklung). Kecuali bass yang semula akan diisi oleh Wahyu crew Slank lainnya, karena hijrah ke Amerika, akhirnya diisi oleh Odan.

“Alhamdulillah, setelah memendam lagu ini terlalu lama, akhirnya bisa dirilis untuk radio. Semula saya buat untuk Jaddah Band, tapi belum sempat dirilis karena kesibukan personel Jaddah sebagai crew Slank. Maka hari ini saya memutuskan untuk merilisnya sebagai single solo saya,” terang Mohamad Amirudin, nama lengkap Amirzidane, pria multi tasking, kelahiran Jakarta 22 April 1974.

I’m Sorry, jika didengar berulangkali, akan terasa kekuatan pada lirik, notasi dan tentu saja aransemen yang pas dengan selera kekinian, meskipun dalam atmosfer Balada yang masi terasa vintage.

“Saya terinspirasi dari Iwan Fals dan Slank. Pengaruh mereka sangat kuat dalam setiap karya saya, termasuk lagu I’m Sorry. Namun saya garap dengan format musik yang easy listening, agar mudah diterima masyarakat,” terang Amir Zidane, yang pertama kali masuk kelingkungan Gank Potlot, ditahun 1996, saat Slank sedang menggarap klik lagu… dari album ke-6 Slank bertajuk ‘Lagi Sedih’, saat 3 personel Slank, Bongky, Indra dan Pay, keluar dari Slank.

Amir, yang mulai ngeband diusia 14 tahun ini, adalah sosok pejuang sejati yang tak kenal henti. Bahkan, Amir, bermetamorfosis dalam dunia musik, yang tidak dialami oleh setiap orang. Pengalaman lahir-bathin tersebut, membuat Amir, “kaya” dalam karya musiknya.

Menyanyi untuk band pertamanya Keraton dan Letkol Band, lalu membetot bass bersama band Jaddah, menjadi crew Kaka Slank, manajer sejumlah band reggae, promoter, mengelola program musik reggae di TVRI, hingga kini menjadi Road Manager Steven & Coconut Treez. Semua dijalani pemilik nama Mohamad Amirudin ini, sejak awal tahun 90-an, hingga kini, yang membuatnya menjadi matang dalam setiap karyanya.

Jika lagu I’m Sorry sampai dikuping penggemarnya, tentu saja bukan karena faktor Amir, sebagai satu-satunya, alasan lahirnya karya ini, tapi karena luas dan banyaknya jaringan industri musik yang mengitari karir musikalnya, termasuk pengalamannya bersama Slank selama belasan tahun.

“Inspirasi tema dan lirik lagu ini, muncul begitu saja,
saat saya mengikuti konser Slank di Kuala Lumpur. Lagu ini adlaah kisah dari pengalaman pribadi,” ungkap Amir, yang punya pengalaman dalam Java Jazz Festival, Java Rockin Land, konser David Foster, Mettalica, Stevie Wonder dan Linkin Park.

Nampaknya, usaha Amir untuk membuat lagu ini tersebar luas keseluruh Indonesia, bisa dimaklumi, karena pengalaman marketingnya, sebagai konsultan entertainment di Spark Hotel Jakarta sejak tahun 2006 – 2009. Ditambah lagi dengan profesinya sebagai koordinator komunitas Reggae Indonesia, Partner event Sampoerna hingga menjadi Co Producer album Remix Slank ditahun 2011.

Kiprah Amirzidane, tinggal selangka lagi. Menunggu campur tangan Tuhan, agar melapangkan langkah dan niat baiknya dalam melengkapi dan menghidupkan industri musik di Indonesia.

Tinggal selangkah lagi, lagu I’m Sorry, yang bukan lagu biasa ini sampai dikuping penikmat musik Infonesia. Ini adalah karya Balada Rock yang easy listening, yang tidak butuh waktu lama untuk menyukainya. Makin sering didengar, maka daya pikat lagu ini makin memukau pendengarnya.

Timbre vokal Amir, yang kuat berkarakter, membuat lagu I’m Sorry, memiliki identitasnya sendiri, yakni teduh, syahdu dan bertenaga. Yaaa… inilah identitas baru seorang Amirzidane.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR