Anggota DPRD Nunukan Minta Adanya Ambulan Udara Untuk Daerah Terisolir

Anggota DPRD Kabupaten Nunukan Marli Kamis di Nunukan mengatakan bahwa Ambulan Udara adalah salah satu solusi mengantisipasi meninggalnya Pasien di wilayah Krayan

Belum tersambungnya akses insfratruktur terutama di beberapa wilayah pedalaman seperti Krayan dan Lumbis Ogong, Nunukan-Kalimantan Utara hingga saat ini, memang menjadi salah satu keluhan masyarakat. Keterbatasan transportasi yang hanya mengandalkan Pesawat (bersubsidi) bagi warga Krayan dan Perahu bagi warga Lumbis Ogong menjadi kendala serius apalagi saat ketika ada masyarakat yang sakit. Untuk itu adanya adanya ambulan udara untuk daerah terisolir sangat dibutuhkan.

Hal tersebut diungkapkan Anggota DPRD Nunukan Marli Kamis saat menerima redaksi dikediamanya di Nunukan, Kamis (13/9/2018). Menurut Marli, sebagai bagian dari wilayah NKRI apalagi sebagai beranda negara karena letaknya berbatasan langsung dengan Malaysia, Krayan dan Lumbis Ogong mestinya menjadi prioritas dari kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan pelayanan publik.

“Yang paling menghawatirkan adalah saat ada masyarakat yang sakit. Ketika pasien harus dirujuk ke Rumah Sakit di Kota Nunukan, harus menunggu pesawat untuk mengangkutnya. Tiga nyawa pasien yang melayang baru-baru ini karena menunggu Pesawat apa belum cukup membuka mata hati Pemerintah?” tanya Marli

Menurut Ramli, solusi paling tepat bagi pelayanan kesehatan pada saat insfratruktur belum mencapai pemukiman penduduk adalah dengan adanya Ambulan Udara. Hal tersebut menurut Ramli akan samgat membantu masyarakat yang sampai sampai saat ini seperti terpinggirkan padahal tinggal diperbatasan.

Ramli juga meminta masyarakat jangan hanya melihat sekilas pada Long Bawan di Krayan yang ada vasilitas bandaranya atau Mansalong di Lumbis yang akses jalan dapat langsung diakses dari Malinau, tapi ia meminta agar melihat langsunng kondisi dipedalaman Krayan atau ke Labang di Lumbis Ogong.

“Di Krayan, yang berspal itu cuma sekitar bandara itu saja, sedangkan dipemukiman penduduk lainya jangankan aspal, setitik jalan beraspal saja tak pernah dijumpai oleh penduduk. Jadi bisa dibayangkan,bagaimana jika ada masyarakat yang sakit,” imbuhnya.

Marli juga mengungkapkan bahwa perihal Ambulan Udara itu bukan hal asing lantaran diwilayah lain seperti di Aceh dan Malinau pelayanan tersebut sudah bisa diwujudkan. Disamping itu, tegas Marli, Ambulan Udara juga sebagai bentuk komitmen Nawacita Jokowi terutama untuk membangun dari pinggiran.

“Ketika masyarakat di kota-kota bisa meninkmati fasilitas ambulan darat dan ambulan laut,apakah kami yang sudah 73 tahun sejak Indonesia merdeka tak pernah tersentuh insfratruktur, tak boleh mengharap persamaan dalam hal pembangunan dan pelayanan publik?” tandas Politisi Partai Demokrat tersebut.

Krayan sendiri adalah wilayah dari Kabupaten Nunukan yang terdiri dari 5 kecamatan yakni Kec Krayan Induk, Krayan Selatan, Krayan Tengah, Krayan Timur dan Kecamatan Krayan Barat. Satu-satunya akses trasnportasi untuk mencapai wilayah ini adalah dengan menggunakan pesawat yang jadwal penerbanganya pun tak setiap hari dan kadang berubah waktu.

Di wilayah yang berbatasan langsung dengan Sabah dan Serawak ini pula terdapat komoditi yang sangat terkenal yakni Beras Krayan dan produksi Garam Gunung. Selain kelezatan dan kandungan gizinya yang tinggi, beras Krayan juga disebut-sebut sebagai salah satu makanan favorit keluarga Kesultanan Brunei Darusallam.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR