Antara Keindahan Alam dan Pungutan Cap Ceban

KENDATI cuaca mendung disusul guyuran hujan, Minggu (17/4/2016), tidak mengurangi hasrat pengunjung berlibur ke Gunung Pancar. Pantauan indeksberita.com, tidak hanya keindahan jajaran pepohonan pinus, beragam jenis tanaman seperti rotan, saninten hingga rasamala juga bisa ditemui di kawasan wisata yang berjarak tempuhnya sekitar 45 menit dari Sirkuit Sentul.

Pesona Gunung Pancar juga disempurnakan dengan bermacam macam satwa. Keterangan warga setempat, jika beruntung pengunjung bisa menjumpai kera, babi hutan, kutilang, ayam hutan merah, jalak hingga elang.

Biaya retribusi untuk menikmati indahnya Gunung Pancarcukup mengeluarkan uang sebesar Rp 10 ribu orang. Sementara retribusi kendaraan motor dikenakan kutipan yang sama Rp 10 ribu. Namun, sangat disayangkan dibalik pesona keindahan alam, tidak sedikit pengunjung yang mengeluhkan banyaknya kutipan parkir liar. Sebab, walau tiket masuk ke lokasi terbilang murah tapi setiap pindah ke tempat lain, akan dikenakan kutipan parkir Rp10 ribu.

“Memang tidak seberapa sih nilainya. Tapi, kalau setiap kali pindah parkir harus bayar ceban (baca : Rp10 ribu) ini kan sangat membebani pengunjung. Seharusnya, parkir liar ini ditertibkan,” keluh Ardiansyah (28) asal Serpong yang mengaku baru pertama kali ke Gunung Pancar saat diwawancarai indeksberita.com.

Ungkapan kecewa juga terlontar dari pengunjung asal Parung, Abdullah (25) yang datang berenam bersama rombongan vespanya. Penuturannya, dia dan teman-temannya terpaksa harus merogoh kocek Rp60 ribu untuk tiket masuk.

“Padahal belum lama ini saya ke Gunung Pancar cuma membayar Rp2500. Tapi sekarang harus bayar Rp10 ribu per orang. Sepertinya ini pungutan liar,” kesalnya.

Meski jengkel, namun rasa gondok Abdullah dan rekannya terobati dengan suasana asri. Banyaknya pepohonan pinus yang tinggi dan iklim pegunungan yang teduh seolah jadi obat mujarab tersendiri. (eko)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR