Antisipasi Tawuran, Pemkot Bogor Imbau Tidak Gelar Sahur On The Road

Hindari hal-hal yang tak diinginkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengimbau warga untuk tidak melakukan Sahur On The Road saat Ramadan. Hal itu disampaikan Walikota Bogor Bima Arya.

“Tidak berbeda dengan tahun sebelumnya, saya menghimbau dalam berbagi agar tidak usah konvoi berkeliling kota dengan menggunakan kendaraan, selain rawan kecelakaan juga rawan terjadinya gesekan dan mengganggu ketertiban,” kata Bima kepada indeksberita.com di Taman Sempur, Kota Bogor, baru-baru ini.

Dikatakan Walikota Bogor, bulan Ramadan adalah bulan penuh rahmat dan penuh berkah karenanya ia mengajak semua warga Kota Bogor khususnya agar mampu memanfaatkannya secara maksimal dengan memperbanyak ibadah.

“Yang utama adalah ibadahnya dan berbaginya. Untuk memastikan tidak ada konvoi selama ramadhan kami akan melakukan patroli. Kami ingin ramadhan tahun ini warga Kota Bogor lebih khusyu dalam menjalankan ibadah. Kami juga akan membuat surat edaran terutama bagi sekolah-sekolah terkait kegiatan berbagi santapan berbuka maupun sahur,” jelasnya.

Keterangan yang sama disampaikan Ketua DPRD Kota Bogor, Untung Maryono. Dia menyarankan, kegiatan Sahur On The Road akan lebih baik dihindari mengingat belakangan ini kerap terjadi bentrokan antar pemuda.

“Kita hargai siapapun yang memiliki niat baik untuk berbagi di bulan Ramadan. Hanya, untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tak diinginkan (tawuran.red) karena Sahur On The Road lebih didominasi kaum muda, akan lebih baik hal itu dilakukan langsung ke tempat yang dituju. Tidak di jalan. Atau, akan lebih baik lagi bila dilakukannya saat buka bersama untuk warga yang tidak mampu atau mengunjungi panti asuhan,” tuturnya.

Pada bagian lain, Kepolisian Resor Bogor juga menyatakan melarang kegiatan Saur on The Road selama Ramadan. Kapolres Bogor AKBP Andi M Dicky mengatakan kegiatan yang biasa dilakukan pelajar sekolah maupun komunitas tersebut, cenderung bersifat negatif.

Sebab, terjadi tawuran sempat terjadi karena dipicu oleh kegiatan ini. Puluhan remaja berkeliling pada tengah malam dengan menggunakan sepeda motor rawan terjadi gesekan dengan kelompok lain.

“Selama ini lebih banyak mudaratnya. Untuk mengisi kegiatan selama Ramadan, sekolah diimbau dapat mengarahkan para siswa untuk melakukan kegiatan yang lebih positif dengan menyalurkan santunan di yayasan yatim piatu, setelah sahur langsung salat subuh berjamaah. Itukan lebih baik,” kata dia.

Selain itu, Polres Bogor juga mengimbau organisasi masyarakat (ormas) untuk tidak melakukan sweeping tempat-tempat hiburan malam maupun tempat penginapan selama bulan ramadan.

“Aksi sweeping justru merugikan ormas itu sendiri,” pungkasnya.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR