Ari Yunita DPR RI : Pemerintah Harus Serius Sikapi Banjir Sabah yang Genangi Indonesia

Banjir musiman yang menggenangi 4 Kecamatan di Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara sejak Tanggal 30 Maret 2017 hingga sekarang, tak bisa dilepaskan begitu saja dari asal muasal Banjir tersebut. Hal ini diungkapkan Anggota DPR RI , Ari Yunita disela-sela mengunjungi salah satu wilayah yang sampai saat ini masih terendam air, akibat banjir Sabah, di Desa Atap Kecamatan Sembakung, Kamis (6/4/2017).

“Seharusnya Pemerintah bersikap serius terkait musibah yang dialami masyarakat  di 4 Kecamatan di Perbatasan ini. Karena kejadian seperti ini sudah terjadi sejak tahun 1981. Kenapa saya mengatakan keterlibatan Pemerintah Pusat sangat di perlukan, karena banjir itu sendiri terjadi diwilayah Sabah-Malaysia dan Indonesia yang harus menampung imbasnya,” tuturnya.

Ucapan Anggota Komisi VII itu memang cukup beralasan mengingat musibah tergenangnya 4 Kecamatan khususnya di Kecamatan Sembakung tersebut, merupakan akibat  banjir yang terjadi di wilayah Malaysia tepatnya di Sepulut yang masuk kawasan Nabawan-Sabah. Luapan air dari Sabah tersebut, mengalir ke sungai Sembakung di Indonesia.

Ari kembali menegaskan bahwa dirinya akan segera membicarakan hal ini kepada pada fraksinya agar melakukan desakan pada Pemerintah supaya secepatnya melakukan kebijakan tertentu maupun langkah-langkah atau pembicaraan khusus dengan Pemerintah Malaysia, mengenai banjir Sabah ini.

“Bukan hanya pada Komisi 1 saja, tapi saat paripurna nanti, saya juga akan menyuarakan terkait permasalahan banjir dari Sabah ini agar menjadi pembahasan utama. Kawasan ini (Nunukan-red) adalah perbatasan yang merupakan garda depan dan wajah dari Indonesia, seharusnya menjadi perhatian khusus dari Pemerintah,” ujarnya.

Dalam kunjunganya kali ini, Politisi Partai NasDem itu juga didampingi Hermanus (Anggota DPRD Kalimantan Utara) dan Killa Liman (Anggota DPRD Kabupaten Malinau). Seusai menyerahkan bantuan secara simbolis untuk 4 Kecamatan yang menjadi korban banjir kiriman dari Malaysia tersebut, mereka langsung melakukan blusukan kebeberapa titik lokasi bencana.

Sebagaimana pemberitaan sebelumnya,banjir Sabah Malaysia kali ini menggenangi 4 Kecamatan yang meliputi sedikitnya 46 Desa yakni:

Kecamatan Lumbis Ogong :DesaSamunti, Salan, Sungoi, Sinampila, Kalambuku, Sadalid, Tadungus, Tambalang Hilir, Sinampila II, Ubol Alung, Ubol Sulok, Nansapaan, Batung, Bulu Mangolom, Suyadon, Payang, Nainsid Hulu dan Desa Long Bulu (bagian bawah).

Kecamatan Lumbis : Desa Patal I, Patal II, Lintong, Taluan,  Pulu Bulawan, Tubus, Likos, Tanjung Hulu, Mansalong, Kalampising, Sodongon, Liang, Sapuyan, Nainsid dan Desa Sisibu. Sedangkan 5 Desa yang ikut mengalami dampak banjir kiriman dari Malaysia di Kecamatan Sembakung Atulai adalah : Desa Liuk Bulu, Binanun, Pulau Keras, Lubok dan Desa Katul.

Sementara itu willayah yang terparah bahkan hingga saat ini masih tergenang air setingi 2-3 meter dan jika tak ada banjir kiriman, diprediksi baru akan surut dalam 7-10 hari kedepan terjadi di Kecamatan Sembakung di Desa Butas Bagu, Labuk, Pagar, Tujung, Manuk Bungkul, Atap, Tagul, Lubakon, Palaju dan DesaTepian

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR