Ari Yusnita DPR RI : Pemekaran DOB Kabudaya Adalah Solusi di Perbatasan

Perbatasan Republik Indonesia dengan negara-negara tetangga khususnya yang berada diwilayah Kabupeten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara memang selalu dalam pusaran problema. Bahkan permasalahan diwilayah yang berbatasan dengan Sabah-Malaysia tersebut bak penyakit Kanker yang sudah stadium 4. Maka menurutnya pembentukan Daerah Otonomi Baru Kabupaten Bumi Dayak Perbatasan, atau DOB Kabudaya, segera direalisasikan.

Hal tersebut dituturkan oleh Ari Yusnita, Anggota Komisi VII DPR RI, pada saat Rapat Paripurna DPR RI, Selasa (11/4/2017). Ari menyatakan bahwa masyarakat di perbatasan tak henti-hentinya diterpa berbagai persoalan yang jika tidak diseriusi oleh Pemerintah, maka sudah pasti cita-cita untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat hanya akan menjadi angan semata.

“Tidak hanya tentang Banjir Kiriman Musiman (dari Malaysia-red), masalah Sengketa Batas Negara, Infrastruktur, Sarana Prasarana, Pendidikan, Kesehatan, Pemerataan Kesejahteraan juga menjadi persoalan yang lebih penting di wilayah perbatasan. Sehingga lengkap sudah penderitaan saudara kita di perbatasan yang konon katanya mereka adalah Anak Bangsa di Garda terdepan Republik ini,” ujar Ari lagi.

Sehingga menurut Ari, tidak heran jika ada tuntutan-tuntutan dari masyarakat di perbatasan yang untuk menginginkan pendekatan pelayanan publik melalui Pemekaran DOB Kabudaya, segera direalisasikan oleh Pemerintah.

Ari menegaskan bahwa tuntutan masyarakat dari 6 Kecamatan yakni Kecamatan.Lumbis Ogong. Kecamatan Lumbis, Kecamatan Sembakung Atulai, Kecamatan Sembakung, Kecamatan Tolin Onsoi dan Kecamatan Sebuku tersebut bukan karena nuansa politis namun murni kehendak semua lapisan masyarakat yang ingin daerahnya sejajar dengan daerah-daerah lainya.

“Saya berpendapat, bahwa keinginan mereka adalah bukti kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia dan sudah selayaknya didukung, karena selaras dengan NAWACITA ke-3 Bapak Presiden kita Ir.Joko widodo yaitu Membangun Indonesia Dari Pinggiran Dengan Memperkuat Daerah-Daerah Dan Desa Dalam Rangka Negara Kesatuan,” papar Ari.

Dalam kesempatan terpisah, kepada IndeksBerita.com , Ari mengatakan bahwa Pembentukan DOB memang masih moratorium, namun Presiden sendiri juga sudah pernah mengatakan bahwa moratorium untuk sebuah DOB bisa saja dibuka dengan mempertimbangkan alasan-alasan tertentu diantaranya apabila daerah tersebut terbentuk DOB, tidak akan membebani fiskal negara.

“Dari segala segi yang dipersyaratkan Presiden, DOB Kabudaya sudah sangat memenuhi. Jadi menurut saya, tidak ada alasan lagi buat Pemerintah untuk menundanya lagi,” ujarnya.

Ari juga menamambahkan bahwa disamping sebagai wujud realisasi Nawacita, Pembentukan DOB Kabudaya juga merupakan pengejawantahan dari Trisakti Bung Karno yang juga menjadi konsep Pemerintahan Jokowi-JK, yakni menciptakan Kemandirian dalam Ekonomi, Berdaulat dalam Politik dan Berkepribadian dalam Budaya.

“Selain implementasi Nawacita, saya berani katakan bahwa pembentukan DOB Kabudaya adalah sebagai satu–satunya solusi percepatan pembangunan wilayah perbatasan demi kewibawaan dan kedaulatan NKRI,” pungkas Politisi Partai NasDem tersebut.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR