AS Cabut Larangan Masuk Pengungsi Dari 11 Negara Masuk

Warga Los Angeles memprotes kebijakan Presiden Trump yang melarang Imigran Muslim masuk AS. Foto:Reuters

Amerika Serikat atau AS cabut larangan masuk bagi pengungsi dari 11 negara yang dimulai sejak 26 Oktober 2017. Mengutip Reuters, sebelas negara tersebut mayoritas berada di Afrika dan Timur Tengah. Sementara Pemerintah AS enggan membeberkan kesebelas negara tersebut.

Namun ada indikasi sebelas negara itu merupakan negara pengungsi di bawah pengawasan Security Advisory Opinions, antara lain Mesir, Iran, Irak, Libya, Mali, Korea Utara, Somalia, Sudan Selatan, Sudan, Suriah, dan Yaman. Meski larangan masuk itu dicabut, para pengungsi harus menjalani proses pemeriksaan lebih ketat sebelum dapat masuk ke AS.

Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Kristjen Nielsen mengungkapkan, pemeriksaan ketat tersebut bertujuan untuk menjamin pendekatan yang lebih berdasarakan kepada risiko serta demi melindungi negara.

“Sangat penting mengetahui siapa yang memasuki AS. Aturan keamanan ini akan membuat pelaku kejahatan tak bisa mengeksploitasi program pengungsi kami, dan aturan ini menjamin pendekatan yang lebih berdasarakan kepada risiko, demi melindungi negara,” ucapnya seperti dilansir dari Reuters , Selasa (30/1/2018).

Walau tak menjabarkan proses pemeriksaan tambahan dalam regulasi ini, namun Kementerian Dalam Negeri AS menegaskan bahwa semua pengungsi akan ditanyai lebih banyak mengenai latar belakang dan bukti aktivitas mereka sebelumnya.

Melalui aturan tersebut AS juga dapat meminta akses perangkat elektronik dan akun jejaring sosial bagi pengungsi yang ingin masuk ke negara itu.

Sebelumnya, kebijakan Presiden Donald Trump tentang pelarangan masuk Pengungsi tersebut menimbukkan kecaman dari berbagai kalangan. Berbagai pihak membandingkan jika pada pemerintahan Barack Obama, AS dapat menerima 110 ribu pengungsi, kini Trump memangkasnya menjadi hanya 53 ribu untuk tahun fiskal 2017, kemudian dipotong lagi menjadi 45 ribu pada 2018.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR