Asrama Latimojong akan Dieksekusi, Mahasiswa IKAMI Melawan

Sejumlah mahasiswa asal Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kota Bogor dan Ikatan Pelajar/Mahasiswa Sulawesi Selatan (IKAMI-Sulsel) menggelar aksi lokasi di Asrama Latimojong, Jalan Semeru, Kota Bogor, Kamis (27/4/2017). Mereka menggelar mimbar bebas menolak eksekusi asrama Latimojong yang dijadwalkan akan dilakukan hari ini.

Sejak pagi, puluhan pengurus dan mahasiswa Bogor berkumpul di asrama mahasiswa. Beberapa spanduk penolakan eksekusi pun dipasang yang isinya minta penundaan dan menolak dieksekusi.

“Kami berkumpul disini menolak kesewenang-wenangan. Saya dan beberapa aktivis LSM dan mahasiswa mendukung perjuangan teman-teman agar eksekusi Latimojong ditunda,” ujar mahasiswa Universitas Ibnu Khaldun (UIKA), Muhammad Sufi dalam orasinya.

Puluhan mahasiswa asal Sulawesi Selatan (Sulsel) asal beberapa kampus di Kota Bogor jelang siang juga mulai berdatangan. Meraka pun bergantian orasi sebagai pernyataan sikap solidaritas.

Informasi yang dihimpun, asrama tersebut terdaftar sebagai aset Pempov Sulsel dengan hak milik nomor aset 11.22.00.35.57.06/06.02.05.01.00.02 kepemilikan tersebut sah milik Pemprov Sulsel dengan Nomor 538/5928 tanggal 29 Oktober 2007 dan sudah berdiri sejak tahun 1958. Namun, diperjualbelikan oleh seseorang yang keturunannya bukan berasal dari negara Indonesia.

“Teman-teman IKAMI akan terus berjuang mempertahankan asrama tersebut karena merupakan jati diri mereka di Bogor. Sebagai saudara mari kita membantu mereka yang sedang berjuang,” imbuhnya.

Kepada indkesberita.com, Pengurus HA IPB IKAMI-Sulselbar, Ihwan Patiroi ikut menegaskan akan melakukan perlawanan jika sampai terjadi eksekusi terhadap asrama. Ia mengatakan, penghuni Asrama Latimojong kerap kali teror menerima teror secara fisik oleh orang-orang suruhan pihak penggungat, YIC A-Ghazali Bogor.

“Sebagai alumni tentu prihatin. Berbagai upaya telah kami lakukan, termasuk mengirim surat kepada Wapres Jusuf Kalla. Kami tinggal menunggu reaksi beliau,” tutur Patiroi.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kota Bogor, Awaluddin Sarmidi mengatakan, tim dari Pemrov Sulsel telah mengajukan Peninjauan Kembali (PK) terkait sengketa asrama mahasiswa Latimojong.

“Kita sudah meminta kepada aparat dan pihak dari pengadilan agar dilakukan penundaan eksekusi karena tim sudah mengajukan PK karena kami memiliki novum atau bukti yang sudah ada sebelum peristiwa diproses tapi belum pernah diajukan di persidangan,” ucap Awaluddin.

Jika nantinya hasil PK memenangkan penggugat, sambungnya, maka Pemprov Sulsel dan para mahasiswa akan legowo menerima keputusan tersebut.

“Bila nanti setelah PK tetap kalah, kita akan legowo dan menyerahkan aset itu ke penggugat. Hal itu juga dikatakan Pak Gubernur Sulsel,” tuntasnya.

Sementara itu, dilingkungan asrama, terlihat aparat kepolisian terlihat berjaga-jaga di lokasi untuk menghindari bentrokan dari kubu penggugat dan tergugat.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR