Atasi Pencurian Ikan Mahasiswa ITS Ini Ciptakan Alat Komunikasi Berbasis Satelit Untuk Nelayan

Keterangan Foto: Qurrotul Aini, Mahasiswi ITS yang berhasil merancang alat komunikasi berbasis satelit untuk nelayan, yang dapat mencegah pencurian ikan (Foto dokumen)

Prihatin dengan masalah pencurian ikan dan menurunnya industri kemaritiman, Qurrotul Aini, Mahasiswi S3 Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, merancang alat komunikasi berbasis satelit bagi nelayan Indonesia.

Saat ditemui di Surabaya , Senin (12/3/2018), Aini mengatakan keterbatasan alat komunikasi berbasis satelit pada kapal tangkap ikan nelayan dengan bobot di bawah 30 Gross Ton (GT). Padahal, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI mewajibkan kapal dengan bobot di atas 30 GT untuk menyediakan sistem tersebut.

Untuk itu dia merancang alat dengan algoritma optimasi trafik data “Breadth Fixed Gossip” (BFG) sebagai kombinasi dari algoritma pencarian “Breadth First Search” (BFS), model fixed radius atau cakupan transmisi kapal, dan algoritma Gossip serta “Chaos Particle Swarn Optimilization” (CPSO) pada jaringan dinamik.

“Berdasarkan data dari Kementerian Kelautan dan Perikanan tahun 2012, kapal di bawah 30 GT mendominasi 98 persen dari keseluruhan jumlah kapal tangkap ikan di Indonesia,” papar Aini.

Aini melanjutkan bahwa selama ini kapal menggunakan Vessel Monitoring System (VSM) untuk berkomunikasi antar kapal. Belum lagi pusat monitoring yang ada di darat juga menggunakan media satelit.

“Kita ingin mengembangkan jaringan bergerak maritim dengan berat di bawah 30 GT untuk nelayan Indonesia yang belum memiliki alat komunikasi berbasis satelit,” imbuhnya.

Selain itu, penelitian yang dilakukan sejak tahun 2013 ini juga menghasilkan algoritma optimasi rute destinasi tangkapan ikan dengan menggunakan Firefly Algorithm (FA) dan Genetic Algorithm (GA). Dengan algoritma yang telah ia buat, kapal tangkap ikan dapat bertukar informasi melalui media satelit.

Melalui simulasi tersebut diketahui, setiap nelayan dapat mengabarkan kondisi terkini ketika diketahui ada kapal asing yang hendak mencuri ikan.

“Pemodelan ini diharapkan agar trafik data antar kapal dan destinasi menuju lokasi dengan ikan yang berlimpah dapat diketahui. Dan dengan adanya sistem komunikasi berbasis satelit ini pencurian ikan dapat diatasi,” pungkas Aini.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR