Audit atas Tanah Negara Perlu Dilakukan

peresmian kantor sekertariat Almisbat, yang juga dihadiri oleh Menaker Hanif Dhakiri, dan beberapa organisasi relawan lainnya. (Foto: indeksberita.com)

Alamisbat organisaai relawan Jokowi mengadakan diskusi publik mengenai pertanahan. Diskusi tersebut mencoba mendalami bagaimana rencana 8 juta hektar lahan yang akan didistribusikan kepada rakyat dapat terlaksana dengan baik. Syaiful Bahri ketua DPP Petani Nasdem, menyatakan bahwa sebelum itu dilaksanakan, harus diketahui dulu obyek lahan yang akan diredistribusi yang mana. Dan untuk itu harus ada audit lahan terlebih dahulu.

“Kepemilikan negara atas lahan sudah tumpang tindih. Contoh, bangunan kantor Gubernur Kalteng malah berdiri diatas lahan kehutanan, dan maauk dalam asset pemda kalteng. Jadi perlu diaudit lagi status kepemilikan negara atas lahan” demikian pernyataan Syaiful dalam diskusi tersebut.

Berbeda dengan pernyataan Syaiful, Santoso dari Prakarsa Indonesia Hijau mengemukakan bahwa rencana Presiden Jokowi jika benar terlaksana, akan memperkuat dan meningkatkan pendapatan petani. Karena selama ini petani kekurangan lahan sehingga rakyat merambah hutan.

“Pengalaman saya selama mengola petani di Sarongge, negara belum terasa hadir. Mereka naik ke hutan dan tanah perhutani, karena kekurangan lahan. Kedua, mereka tak hanya butuh lahan, juga butuh pendampingan untuk meningkatkan produktivitasnya”

peresmian kantor sekertariat Almisbat, yang juga dihadiri oleh Menaker Hanif Dhakiri, dan beberapa organisasi relawan lainnya. (Foto: indeksberita.com)
peresmian kantor sekertariat Almisbat, yang juga dihadiri oleh Menaker Hanif Dhakiri, dan beberapa organisasi relawan lainnya. (Foto: indeksberita.com)

Diskusi yang diselenggarakan ini merupakan ini bagian dari acara peresmian kantor sekertariat Almisbat, yang juga dihadiri oleh Menaker Hanif Dhakiri, dan beberapa organisasi relawan lainnya. Dalam acara tersebut juga disetai dengan pemotongan tumpeng, oleh menaker dan Indrocahyono

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR