Badewa, Sanggar Seni Berprestasi Gagal Ke Singapore Karena Dana

Nama Sanggar Seni Badewa sudah tak asing lagi untuk kalangan insan seni, baik di Kalimantan Utara, Indonesia bahkan di Sabah-Malaysia. Sanggar yang bermarkas di Kota Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara tersebut hampir tiap event selalu menempati panggung juara. Dalam Festival Budaya Nusantara pada tahun 2015, Badewa menempati juara ke 3. Bahkan pada event yang digelar di Kota Kinabalu, Sabah-Malaysia, sanggar ini mampu mengharumkan nama Indonesia dengan meraih Juara 1 kategori koreografi Tari Terbaik.

Namun keinginan Sanggar ini untuk kembali mengharumkan nama Indonesia lewat ajang bergengsi Chingay Parade Singapore pada 10 februari 2016 mendatang, harus terkubur. Hal tersebut disebabkan oleh keterbatasan dana. Arbain, pemilik Sanggar  Badewa kepada indeksberita.com Kamis (2/2/106), mengatakan bahwa pihaknya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mencari dana agar tim dapat berangkat. Namun sampai H-8 dari acara digelar, dana yang terkumpul belum juga terpenuhi dari yang ditargetkan.

“Kita sudah berusaha semaksimal mungkin. Bahkan anak-anak Sanggar juga terlibat langsung dalam pencarian dana. Mulai dari mengedarkan proposal hingga menjajakan kuliner khas Nunukan di tempat-tempat umum. Namun sepertinya keinginan dan impian kami untuk kembali mengharumkan nama Indonesia lewat event di Singapore ini harus pupus ” ujarnya.

raw-5

Arbain menuturkan, keinginan Badewa untuk mengikuti Chingay Parade bukan semata-mata untuk mengejar piala, namun juga untuk mengharumkan nama bangsa dan memperkenalkan seni budaya daerah ke mancanegara. Arbain menambahkan pula, bahwa dengan mengikuti event itu, merupakan bentuk penghargaan terhadap seniman-seniman daerah yang telah meninggal.

“Ketika negara lain semisal Malaysia sangat menghargai karya-karya seni kita, seharusnya pemerintah juga berperan aktif guna mensuport kami. Ini kan bukan hanya demi individu para penari dan pelaku seni sendiri, tapi lebih bagaimana agar negara lain tahu bahwa di Indonesia khususnya perbatasan, juga kaya akan seni budaya,” tutur Arbain.

Masih menurut Arbain, sesungguhnya Chingay Parade adalah ajang yang sangat penting karena di event tersebut akan berlomba berbagai perkumpulan atau sanggar seni dari berbagai negara. Untuk itu, keikutsertaan Badewa dalam mewakili Indonesia tentu sangat vital sebagai sarana sosialisai budaya lokal Indonesia. “Ini akan menjadi motivasi generasi muda untuk lebih mencintai budaya tanah air sendiri,” kata Arbain

Terancam gagalnya Badewa ikut di Chingay Parade juga menjadi keprihatinan banyak pihak khususnya insan seni di Kalimantan Utara. Salah satunya dari Iwan Permana, aktivis dan pemerhati seni Kalimantan Utara. Menurut Iwan, event ini sebenarnya yang sangat ditunggu oleh para insan seni khusunya seni tari dalam menunjukan keistimewaan budaya negerinya, melalui perform mereka.

 

“Ya, ini sebuah hal yang sangat disayangkan. Karena pada saat generasi muda berkeinginan untuk melestarikan budaya kita sendiri, justru harus terhalang dan lagi-lagi terbentur masalah dana,” kata anggota Patent Band tersebut.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR