Balon Kepala Daerah PDIP Kritisi Kepemimpinan Bupati Bogor

BOGOR – Bakal calon (balon) Bupati asal PDI Perjuangan, Wawan Risdiawan mengkritisi pembangunan Kabupaten Bogor yang disebutnya belum merata dan belum membuat nyaman banyak kalangan, terutama masyarakat kecil. Politisi banteng yang pernah tiga kali menjabat sebagai legislator DPRD Kabupaten Bogor ini menyoroti banyak hal yang dinilainya perlu dilakukan penyempurnaan.

“Banyak warga Kabupaten Bogor yang masih membutuhkan infrastruktur jalan. Di sejumlah tempat di Kabupaten Bogor, terutama di pelosok desa, dari dulu hingga saat ini, problemnya masih sama, perlu perbaikan jalan,” kata Wawan saat diwawancarai indeksberita.com di DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bogor, Rabu (14/6/2017).

Dia juga mengkritisi pendidikan di Kabupaten Bogor yang menurutnya belum optimal mengemban peran pencerdasan masyarakat. Sebab, tidak sedikit di sejumlah kecamatan, belum memiliki sekolah negeri, terutama SMA.

“Kekurangan lain adalah sektor pendidikan. Hal itu dibuktikan dengan tidak semua kecamatan punya SMA negeri. Demikian juga puskemas. Padahal, ketentuan umum, tiap 10 ribu penduduk di suatu wilayah perlu adanya 1 puskesmas. Namun, hal itu juga belum terwujud hingga saat ini, di sejumlah tempat. Apalagi rumah sakit besar,” ungkapnya.

Ia menambahkan, hampir di tiap wilayah Bogor saat ini diakui sudah memiliki rumah sakit. Namun, di wilayah Kabupaten Bogor bagian utara, rumah sakit belum ada.

“Selanjutnya, terkait potensi Bogor, kita sudah ada BUMD pertambangan hingga pariwisata. Tapi pemerintah daerah lupa, masyarakat Bogor banyak petani, banyak peternak. Sampai ada daerah yang disebut Minapolitan di Ciseeng, daerah yang akan dijadikan tempat pertanian unggulan. Tapi, ironisnya hingga hari ini belum terpikir bagaimana pendapatan petani atau peternak bagus,” urainya.

Dampaknya, sambung pria yang akrab disapa Wanli, biaya pupuk dan pakan ahal.
“Masalah yang dihadapi petani atau peternak saat ini yakni sulitnya cari bibit unggul, kemudian mahalnya harga pupuk, pakan ternak, juga belum adanya pasar induk. Saya berharap, kedepan Kabupaten Bogor perlu punya BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) yang berkaitan dnegan kebutuhan petani atau peternak. Seperti misalnya pentingnya ada pabrik pakan ternak,” tuturnya.

Politisi PDI Perjuangan Kabupaten Bogor tersebut juga menyoroti pembangunan yang dinilainya mengabaikan penghijauan.

“Bogor perlu dibangun hutan kota. Itu semestinya jangan diabaikan. Sebab, belakangan ini di banyak tempat sudah terlihat tandus. Pertanyaannya, dimana hutan kota berada? Idealnya, di tiap wilayah, hingga kecamatan perlu dibuat hutan kota. Atau kalau perlu, hingga tiap desa,” pungkasnya. (eko)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR