Bandara Baru Di Yogyakarta Layani 5 Rute Penerbangan Angkutan Lebaran

Keterangan foto : Salah satu Maskapai sedang melayani penerbangan angkutan Lebaran 2019 di Bandara NYIA di Kulonprogo Yogyakarta.

Bandara baru di Yogyakarta atau New Yogyakarta International Airport (NYIA) diketahui telah melayani 5 rute Penerbangan. Kepada awak media, Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Nur Isnin Istiartono menuturkan, Bandara yang terletak di Kulon Progo tersebut, pada tahun ini sudah melayani penerbangan angkutan lebaran 2019.

“Pelayanan perdana angkutan lebaran dilakukan 3 maskapapi dalam 5 rute,” ungkap Nur Isnin, Jumat (7/6/2019).

Ketiga maskapai tersebut yakni, Garuda Indonesia, Batak Air dan Citylink. Garuda Indonesia melayani penenerbangan Kulonprogo – Soekarno Hatta (Banten) dan Citylink melayani rute penerbangan Kulonprogo – Jakarta yang mendarat di Bandara Halim Perdana Perdana Kusuma.

Sementara 3 rute penerbangan yakni Kulonprogo – Samarinda, Kulonprogo – Palangakaraya, Kulonprogo – Banten (Soekarno Hatta), dilayani oleh maskapai Batik Air.

Lebih lanjut Isnin menuturkan, Guna memastikan kesiapan pelayanan angkutan udara di wilayah Yogyakarta khususnya di Bandar Udara Internasional Yogyakarta dan Adi Sutjipto, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara melakukan pantauan secara langsung.

Pihaknya, ungkap Isnin,akan menitikberatkan pada action yang dilakukan oleh operator penerbangan dalam melayani angkutan lebaran yang saat ini yanng diketahui tengah memasuki arus balik. Berdasarkan prediksi Kementerian Perhubungan puncak arus balik akan terjadi pada 8 Juni 2019 dan 9 Juni 2019.

“Ditjen Hubud melakukan inspeksi menjamin keselamatan, keamanan dan pelayanan penerbangan yang optimal, yakni melalui ramp check pesawat, inspeksi keamanan dan juga pantauan tarif tiket,” paparnya.

Mengenai Bandara baru di Yogyakarta tersebut, Pemerintah optimis bahwa sejak pengerjaan hingga pengoperasianya akan membawa dampak baik bagi masyarakat. Kepada indeksberita.com , Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution menuturkan bahwa hingga saat ini, telah melibatkan sedikitnya 4.000 tenaga kerja dalam mega proyek tersebut.

Hal tersebut menurut Darmin dapat dilihat dari menurunya jumlah angka pengangguran di Kabupaten Kulon Progo menjadi dari presentase sebelumnya 3,8 persen menjadi 1,4 persen. Sedangkan dari sektor lain, ungkapnya, kehadiran NYIA juga akan mengembangkan perekonomian sektor Pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya.

“Kalau perkembangan ekonomi khususnya Jogja. Tentu ada imbas ke Jateng. Yang namanya pariwisata akan jauh perkembangan. Selain itu, tentu saja kerajinan hasil industri akan berkembang, Jadi secara tidak langsung adanya bandara ini memberikan dampak positif bagi wilayah DIY dan sekitarnya,” paparnya.

Masih banyak menurut Darmin hal lain yang berimbas pada meningkatnya perekonomian dengan adanya NYIA tersebut. Di antaranya meningkatnya kesejahteraan, membuka akses internasional bagi barang dan angkutan penumpang, menambah lapangan kerja baru, peluang usaha kian terbuka luas dan meningkatnya kunjungan wisata, akses perdagangan, serta pendidikan.

“Jika NYIA selesai dibangun dan mampu menampung 15 juta pengunjung per tahun, maka diprediksi akan terjadi peredaran uang di masyarakat sebesar Rp 330 miliar per bulan. Tentu ini angka yang tidak sedikit. Selain itu NYIA juga diprediksi menciptakan peluang 165.000 tenaga kerja baru,” paparnya.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR