Bantuan Keuangan Parpol Kota Bogor Per Suara Rp2.275, Akankah Naik Lagi?   

Di Jakarta Belanja Atribut Kampanye Pemilu 2014 Capai Rp 20 Miliar

BOGOR – Dana bantuan keuangan partai politik (Parpol) Kota Bogor ternyata jauh lebih besar dari anggaran yang kini baru dinaikan. Jika sebelumnya dana bantuan keuangan parpol senilai Rp 108 per suara sah, dan kini jadi Rp 1.000 per suara sah dari penetapan yang tertuang dalam Surat Menteri Keuangan Nomor 277/MK.02/2017 pada 29 Maret 2017. Serta, diikuti dengan revisi PP Nomor 5 Tahun 2009 tentang Bantuan Keuangan Parpol.

Namun, untuk di kota hujan dana bantuan keuangan Parpol jauh lebih tinggi, per suara Rp 2.275. Penetapan dana bantuan keuangan parpol Kota Bogor tersebut sudah berlaku sejak 2015 lalu.

“Dari 45 kursi di DPRD Kota Bogor dengan keseluruhan jumlah suara yang didapat parpol pada pemilu legislatif 2014 sebesar 490.023. Total dana banpol (bantuan keuangan parpol-red) yang dicairkan untuk 11 partai politik yakni Rp 1.115.203.192. Per suara besarannya senilai Rp2.275.” tukas Frans Rumbino, mewakili bagian Bantuan Keuangan Parpol, pada Kesbangpol Kota Bogor saat diwawancarai indeksberita.com, Senin (28/8/2017).

Dia menyampaikan, sejauh ini Kesbangpol Kota Bogor belum mendapat kabar akan ada kenaikan dana bantuan keungan Parpol di tahun mendatang.

“Kita belum dapat surat instruksi atau edaran akan ada kenaikan dana banpol untuk parpol di Kota Bogor pada tahun 2018 nanti. Terkait kenaikan dana banpol dari Rp108 menjadi Rp1000 menurut SK Menkeu, pendapat saya pribadi setuju. Karena itu sangat layak, dibanding nilai Rp108 per suara yang nilainya lebih kecil dari harga air mineral ukuran satu gelas,” selorohnya.

Secara rinci Frans menyampaikan, dari hasil pemilu legislatif 2014 lalu, PDIP Kota Bogor memimpin perolehan suara terbanyak yakni 92.673 suara sah dan mendapatkan dana bantuan parpol sebesar Rp210.906.887. Disusul Partai Golkar sebanyak 71.246 suara (Rp.162.143.933), Gerindra sebanyak 56.686 suara (Rp.129.007.022), PKS 56.732 suara (Rp129.111.710), PPP sebanyak 47.325 suara (Rp107.703.090), Partai Demokrat 47.083 suara (Rp107.152.342), PAN 28.923 suara (Rp65.823.486), Hanura 28.682 suara (Rp65.275.013), Nasdem 21.864 suara (Rp49.758.486), PKB sebanyak 21.324 suara (Rp48.529.554), PBB 17.485 suara (Rp39.792.679).

Secara rinci, dari 45 kursi, diantaranya 8 dari PDIP, 6 dari Partai Golkar, 6 dari Gerindra, 5 dari Partai Demokrat, 5 dari PKS, 5 dari PPP, 4 dari Partai Hanura, 3 dari PAN, 1 dari PKB, 1 dari Partai Nasdem, dan 1 orang lagi dari PBB. Dari 12 partai peserta Pemilu, hanya PKPI yang tidak mendapatkan kursi di Kota Bogor.

Dari Dapil 1 Kota Bogor yang meliputi Kecamatan Bogor Timur dan Bogor Tengah ini menghasilkan 11 kursi, 3 kursi dari PDIP, 2 kursi dari Partai Gerindra, 6 kursi lainnya diraih oleh 6 partai.

Masing-masing partai tersebut mendapatkan 1 kursi, yaitu PKS, Partai Golkar, Partai Demokrat, PAN, PAN, dan Partai Hanura.

Dari Dapil 2 Kota Bogor yang meliputi Kecamatan Bogor Selatan mendapat delapan kursi, delapan partai membagi sama rata kursi yang ada di Kecamatan Bogor Selatan. Kedelapan partai itu adalah PKS, Partai Nasdem, PDIP, Partai Golkar, Partai Gerindra, Partai Demokrat, PPP, dan Partai Hanura.

Dari Dapil 3 Kota Bogor yang meliputi Kecamatan Bogor Barat menghasilkan 10 kursi. PDIP dan Golkar masing-masing mendapat 2 kursi, sedangkan 6 kursi lainnya diraih oleh 6 partai, yaitu PKS, Partai Gerindra, Partai Demokrat, PAN, PPP, dan Partai Hanura.

Dari Dapil 4 Kota Bogor, yang meliputi Kecamatan Tanah Sareal ini menghasilkan 8 kursi, 8 partai masing-masing mendapat satu kursi, yaitu PKS, PDIP, Golkar, Gerindra, Demokrat, PPP, Partai Hanura, dan PBB.

Sementara, dari Dapil 5 Kota Bogor yang meliputi Kecamatan Bogor Utara pun menghasilkan 8 kursi, 8 partai masing-masing mendapat satu kursi, yaitu PKB, PKS, PDIP, Golkar, Partai Gerindra, Partai Demokrat, PAN, dan PPP.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR