Basuki-Djarot targetkan Sistem Data Terbuka Rampung Februari 2017

JAKARTA:  Pasangan Basuki Tjahaya Purnama – Djarot Saiful Hidayat, calon gubernur dan wakil gubernur  DKI Jakarta nomor urut 2 menargetkan sistem data terbuka (open data system) untuk perizinan, termasuk pertanahan akan rampung pada Februari 2016. Program penerapan teknologi di DKI dalam rangka Smart City merupakan program unggulan Basuki-Djarot sehingga kedepan siapapun dapat mengakses data dari manapun dan menunjukkan transparansi.

“Bukan hanya warga Jakarta yang dapat mengetahui data mengenai perizinan, misal status tanahnya. Tetapi juga dari seluruh dunia orang bisa mengakses bila membutuhkan infosmasi tentang status tanahnya. Tidak ada yang rahasia bagi rakyat,” kata Basuki Tjahaya Purnama di hari ke 10 pertemuan dengan warga di Balai Rakyat, Rumah Lembang, Jakarta, Jumat (25/11).

Basuki menegaskan tidak ada rahasia bagi rakyat terkait open data dengan konsep kebijakan Smart City dan pengembangan aplikasi teknologi. “Kita punya visi untuk membuat orang menjadi lebih baik dan itu  bisa diukur dengan Indeks Pembangunan Manusia. Sedangkan misi kita adalah pejabat itu pelayan. Sementara Program kita adalah, Kesehatan, Pendidikan, Perumahan, Transfortasi, Pangan, dan UKM, ” tambahnya.

Jadi sebetulnya, kata Basuki yang biasa dipanggil Ahok, tidak terlalu susah untuk membangun teknologi di DKI Jakarta semuanya bisa diwujudkan.  Hanya saja  membutuhkan partisipasi dari warga Jakarta. “Karena pertisipasi semua warga cukup penting jika ingin Jakarta lebih baik dan lebih maju,” kata Ahok.

Terkait Smart City, tambahnya, saat ini lampu-lampu dijalan-jalan protokol lebih terang dan kebih hemat sejak diganti dengan lampu jenis LED, “Tahun depan rencananya semua lampu di jalan akan diganti dengan LED, dan ini lebih hemat 200 watt. Tetapi terangnya tiga kali lipat. Kalau lampu biasa kan 400 watt.”

Ahok menjelaskan semua yang menjadi program pembangunan di Jakarta dalam pelaksanaannya akan dibarengi juga dengan program monitoringnya dengan menggunakan IT. Ahok memberi contoh untuk mengetahui lampu jalan mana yang berfungsi atau tidak maka dengan mudah melihatnya dan tinggal memerintahkan petugas untuk segera membenahinya.

“Semuanya tercatat dan termonitor. kontraktor lampu jalan tidak bisa lagi ‘bermain-main’ kalau ada lampu dijalan mati, tapi tidak diganti-ganti. Karena semua akan termonitor dari Balaikota, dan langsung diganti lampu LED,” katanya.

Warga Jakarta juga bisa gratis menghubungi 112, yang sebelumnya 911, tambah Ahok, walaupun tidak memiliki pulsa yang nomornya dari berbagai operator selular. “Saya ingin warga DKI, sejak anak-anak sudah hafal nomor bila membutuhkan pertolongan, cukup menghubungi 112.”

Ahok menambahkan semua gedung di Jakarta  harus menyediakan fasum fasos, dan diperkirakan tahun 2018 saat Asian Games digelar, semua gedung dan jalan-jalan di Jakarta harus ada fasilitas bukan hanya 4G, tetapi juga 4,5G. “Dan tahun ini juga kami sudah menyediakan 600 CCTV, yang bisa mendeteksi wajah orang dan semua demi keamanan serta kenyamanan warga Jakarta.”

Pertemuan hari ini di Rumah Lembang dihadiri sekitar 925 warga masyarakat dari berbagai kalangan, dan berbagai suku serta keyakinan, selain dukungan, dan aduan, warga juga memberikan bantuan dana kampanye. Untuk donasi di hari ke 10 dari warga terkumpul Rp76.235.000.-.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR