Bawaslu Nunukan Rangkul Semua Insan Pers Untuk Wujudkan Pemilu Berintegritas

Acara diskusi antara Bawaslu Nunukan dengan Pers dan Pegiat Media Sosial di Nunukan.

Keberadaan Pers atau Media tak bisa diabaikan dalam sejarah peradaban. Apalagi dalam era digital seperti saat ini, baik media cetak dan elektronik sudah menjelma sebagai kebutuhan masyarakat dalam memberi maupun memperoleh informasi. Hal tersebut diungkapkan anggota Bawaslu Nunukan divisi SDM Muhammad Yusran, disela-sela acara Bulusukan Pengawasan Media Gathering di Gedung RRI Nunukan, Sabtu (15/12/2018).

Karena keberadaanya tak bisa dibantah, Yusran mengungkapkan, dalam kontestasi Pemilu baik Pileg maupun Pilpres seperti 2019 mendatang, pers dan media tentu akan mewarnai perjalanan pesta demokrasi tersebut.

“Baik dan buruknya kwalitas Pemilu, itu salah satunya karena peran Pers atau Media dalam memberikan informasi,” ujar Yusran.

Lebih lanjut Yusran menjelaskan bahwa Pers adalah salah satu pilar demokrasi. Oleh karena itu, lanjutnya, insan Pers hendaknya bukan hanya menjadi penyampai informasi akan tetapi juga dituntut memberikan edukasi kepada masyarakat dalam berdemokrasi yang sehat, cerdas dan adil.

Termasuk menurut Yusran adalah sikap insan Pers maupun para pelaku media terkait menjamurnya akun-akun anonim atau akun palsu yang dalam postinganya tak jarang mengunggah hal-hal provokatif yang berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan nasional. Termasuk banyaknya portal tak bertanggung jawab yang hanya demi kepentingan pribadi, mereka tega menyebarkan hoax dan ujaran kebencian.

“Inilah pentingnya keberadaan Pers dan insan Media. Termasuk merespon akun dan portal penyebar hoax dengan informasi yang akurat,” katanya.

Dalam acara yang betema “Bawaslu Bersama Media Mengawal Keterbukaan Dan Keadilan Pemilu” tersebut, semua Wartawan dari Media cetak dan elektronik di Nunukan nampak hadir. Selain para Wartawan baik Lokal maupun Nasional, ada pula para pegiat media sosial dalam acara yang gagas oleh Bawaslu Nunukan tersebut.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR