Beberapa Kali Disebut Terlibat Korupsi E KTP, KPK Tetapkan Setya Novanto Sebagai Tersangka

Setelah namanya disebut berkali-kali terlibat dalam kasus korupsi E-KTP, akhirnya malam ini KPK menetapkan Setya Novanto sebagai tersangka. Nama Setya Novanto terbaru muncul, saat Jaksa KPK membacakan tuntutan terhadap terdakwa Sugiharto (pejabat pembuat komitmen Kemendagri), dan terdakwa Irman (mantan Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri) dalam sidang korupsi E KTP.

Saat itu Setya Novanto dikatakan turut serta terlibat bersama dua terdakwa dan empat orang lainnya yaitu Diah Anggraini (mantan Sekjen Kemendagri), Andi Narogong (pengusaha), Drajat Wisnu (ketua lelang proyek) dan Isnu Edhi (Ketua Konsorsium PNRI). Saat proyek E KTP bergulir Setya Novanto merupakan ketua Fraksi Golkar di DPR RI. Keterlibatan Setya Novanto terindikasi dari beberapa kali pertemuan dirinya dengan ke enam orang tersebut, salah satunya di Hotel Grand Melia. Pertemuan tersebut dalam fakta persidangan diketahui membahas keinginan Andi Narogong untuk menggarap proyek E KTP.

Saat menjadi saksi dalam persidangan E KTP pada 6 April 2017, Setya Novanto selain membantah telah terlibat, juga membantah menjadi bagian dan menerima dana E KTP.   “Tidak pernah, tidak pernah tahu, tidak mengetahui adanya kasus itu” jawab Setya Novanto menjawab pertanyaan Ketua Majelis Hakim, Jhon Halasan Butarbutar saat itu.

Awal tudingan Setya Novanto terlibat dalam kasus E-KTP yang mengakibatkan kerugian negara hingga Rp 2 triliun, sebenarnya sudah diutarakan oleh mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Mohamad Nazaruddin.

Kepada beberapa media termasuk indeksberita.com, Setya Novanto membantah dengan tegas tudingan Nasaruddin pada bulan Maret 2017, dan menyebut Nasaruddin memiliki masalah psikologis sehingga menyebut-nyebut namanya.

“Seingat saya dan saya bersumpah tidak pernah bersama-sama membicarakan masalah e-KTP, silahkan tanya ke Nazar lagi, Saya juga ga ngerti, kok saya dikait kaitkan dan disebut-sebut Nazar saat itu. Mungkin kondisi psikologis Nazar sedang ada masalah dengan partainya dan Mas Anas, jadi semua orang dikait-kaitkan dan disebut-sebut. Saya pastikan pernyataan Nazar tidak benar,” kata Setnov di Jakarta, Selasa (7/3).

Penetapan Setya Novanto sebagai tersangka diumumkan oleh ketua KPK dalam konprensi persnya di Gedung KPK hari ini. “KPK menetapkan Saudara SN, anggota DPR periode 2009-2014, sebagai tersangka terbaru kasus e-KTP,” kata Ketua KPK Agus Rahardjo dalam konferensi pers di kantor KPK, Kuningan, Jakarta, Senin (17/7/2017).

Penetapan Setya Novanto sebagai tersangka menurut Agus Rahardjo, karena KPK melihat fakta persidangan dan memiliki bukti permulaan yang cukup, untuk menetapkannya sebagai tersangka.”KPK mencermati persidangan kasus ini dengan terdakwa Sugiharto dan Irman. Dan KPK melihat ada keterkaitan erat dengan SN,” ujar Agus.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR