Bersama Ridwan Kamil, Mendikbud Luncurkan PLS Tanpa Kekerasan

Bertempat di SMA Negeri 8 Bandung, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan bersama Walikota Bandung Ridwan Kamil meluncurkan Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) tanpa kekerasan dengan model pendidikan karakter Bandung Masagi.

Gagasan membuat model pendidikan tersebut salah satunya adalah kepedulian terhadap dunia pendidikan yang semata-mata tidak hanya pada penumbuhan dan pengembangan intelektualitas, tetapi juga penumbuhan dan pengembangan pendidikan karakter. Hal tersebut merupakan bentuk nyata revolusi mental yang didorong oleh Presiden Joko Widodo.

“Saya bersyukur hari ini bisa ikut dalam peluncuran pendidikan Bandung Masagi, dan apresiasi kepada pemerintah Kota Bandung yang telah menggagasnya,” kata Mendikbud dalam sambutannya di acara peluncuran PLS, Selasa (19/07).

Tiga hal yang ditekankan dalam model pendidikan karakter Bandung Masagi, yakni: fisik sehat, otak cerdas, dan akhlak baik. Konsep Bandung Masagi ini diharapkan dapat mengakar dalam kehidupan sehari-hari dengan empat sasaran, yaitu silih asih, silih asah, silih asuh, dan silih wawangi. Dengan empat sasaran tersebut lahir empat program utama, yakni Cinta Agama, Jaga Budaya, Bela Negara, dan Cinta Lingkungan.

Konsep Bandung Masagi tersebut, kata Mendikbud, merupakan konsep yang menarik. Karakter pada Badung Masagi ini menjadi rumusan bagi anak pembelajar. “Saya berharap Bandung Masagi dapat konsisten diterapkan dan memunculkan kebhinekaan atau menghargai perbedaan,” tutur Mendikbud.

Mendikbud berharap dengan awal pencanagan ini, dapat segera diterapkan kepada anak-anak dalam mengembangkan diri di sekolahnya. Selain itu juga, menjadi kesempatan bagi anak untuk membuka diri dan berinteraksi dalam lingkungannya. “Pastikan anak-anak kita dapat berpikir kritis. Dan apa yang telah dilakukan disini akan kami gaungkan ke seluruh Indonesia sebagai konsep yang dapat di contoh,” kata Mendikbud optimis.

“Pada kesempatan ini saya juga ingin menyampaikan kepada bapak dan ibu guru, serta kepala sekolah untuk menjaga selalu keselamatan anak didik kita,” pesan Mendikbud.

Pada kesempatan yang sama Walikota Bandung Ridwan Kamil (Kang Emil) mengatakan butuh waktu satu tahun menerjemahkan pesan Mendikbud tentang pendidikan karakter sehingga hadir Bandung Masagi. Keluaran dari pendidikan karakter menurut dia adalah menjadi individu yang jujur, berani, bisa adil dengan sesama, toleransi, disiplin, kreatif, bertanggunjawab, sederhana, cekatan, sadar diri, dan sebagainya.

“Di hari bersejarah ini kita dapat mempraktekan pendidikan karakter melalui model pendidikan karakter Bandung Masagi,” pungkas Kang Emil.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR