Bertekat Perangi Hoax, GP Ansor Kaltara Deklarasikan Gerakan Rabu Putih

Perwakilan pengurus cabang GP Ansor se Kalimantan Utara deklarasi Gerakan Rabu Putih (Edy Santry)

Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda Ansor (PW GP Ansor) Kalimantan Utara menyatakan komitmenya dalam menangkal perdaran hoax yang belakangan dinilai marak terjadi. Dan sebagai wujud dari komitmen tersebut, Kamis (28/3/2019), sejumlah pengurus dari masing-masing perwakilan cabang GP Ansor diseluruh wilayah Kaltara mendeklarasikan sebuah gerakan bernama Gerakan Rabu Putih.

Ketua Pengurus Pusat (PP) GP Ansor Abdul Hakam Aqso menuturkan bahwa gerakan Rabu Putih adalah instruksi dari pengurus pusat yang akan dijalankan oleh semua pengurus di wilayah dan cabang di seluruh Indonesia. Hakam menyatakan bahwa gerakan Rabu Putih muncul karena keprihatinan GP Ansor atas maraknya hoax, fitnah dan ujaran kebencian yang apabila tak ditangkal, niscaya akan menyebabkan keretakan persatuan dan kesatuan nasional.

“Gerakan (Rabu Putih) ini adalah aksi simpati kami untuk melawan hoax terutama di media sosial, isu akan adanya kerusuhan dan intimidasi pada Pemilu 2019,” ujar Hakam.

Lebih lanjut Hakam menyatakan bahwa pihaknya memandang fenomena maraknya hoax, fitnah dan ujaran kebencian yang belakangan marak terjadi, telah mengakibatkan masyarakat terbelah dan mulai timbul rasa saling tidak percaya ditengah masyarakat.

“Jika hal itu dibiarkan, maka akan merusak tatanan masyarakat dalam berbangsa dan bernegara,” tandas Hakam.

Hakam memastikan bahwa anggota GP Ansor di seluruh Indonesia akan mensukseskan gerakan tersebut. Dan tak menutup kemungkinan, lanjut Hakam, semua anggota Badan Otonom (Banom) Nahdlatul Ulama akan turut berpartisipasi dalam gerakan Rabu Putih ini.

Selain sebagai aksi simpati dari perang melawan hoax dan fitnah, Hakam mengungkapkan bahwa Gerakan Rabu Putih dimaksud untuk memaksimalkan tingkat partisipasi pemilih saat Pemilu 2019 mendatang. Pemilu adalah pesta demokrasi yang penuh kegembiraan, sehingga menurut Hakam, intimidasi dari kelompok manapun hendaknya ditiadakan.

“Kita berharap pada Pemilu 17 April nanti, masyarakat yang mempunyai hak pilih untuk datang ke TPS dan menggunakan suaranya dengan rasa aman tanpa adanya intimidasi oleh kelompok manapun,” katanya.

Hakam juga meminta kepda masyarakat untuk lebih bijak dalam menangapi segala isu yang muncul dan tidak mudah mempercayai begitu saja kabar yang di wartakan sebelum jelas sumber dan keakuraratanya.

“Mari kita dewasa dalam berdemokrasi. Ciptakan suasana sejuk menjelang dan selepas Pemilu,” tandasnya.

Hakam juga membantah apabila ada anggapan bahwa Gerakan Rabu Putih adalah upaya melakukan intervensi kepada aparat keamanan. Justru menurutnya, Polri dibantu TNI akan profesioanal dalam memberikan pengayoman yang bermuara pada terciptanya stabilitas politik dan keamanan terutama pada Pemilu 2019.

“Membantu tugas Aparat dalam menciptakan suasan kondusif itu bukan berarti mencampuri tugas dan wewenang TNI – Polri. Tapi bersinergi dalam kapasitasnya yang sudah pasti ada rambu-rambu yang tak bisa ditabrak begitu saja,” pungkasnya.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR