Bertemu “Jokowi” di Nabire

Kristin Samah (Penulis) di depan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) 20 MW di Nabire (Foto Dokumen Kristin Samah)

Lari pagi di Nabire, seolah-olah bertemu Jokowi. Itu ketika kaki sampai di kawasan Kalibobo. Dari jauh sudah tampak bangunan cukup besar.

Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) 20 MW. Ternyata itulah pembangkit listrik yang diresmikan akhir 2017.

Bila instalasi ini berfungsi penuh, kebutuhan listrik di Nabire bisa tercukupi. Tidak akan ada lagi mati listrik yang sebelumnya bisa lima kali sehari.

Wah, sampai ke Nabire pun bisa bertemu Jokowi.

Papua memang bukan hanya Nabire. Namun hampir di semua kabupaten ada geliat. Tiga hari sebelumnya, seorang teman lebih dulu menuju Kota Mulia, Puncak Jaya. Ngapain? Ia menset up akses internet.

IMG-20180718-WA0057

Tiga hari ke depan, teman yang lain menyusul, akan melakukan seleksi penerima beasiswa untuk berbagai perguruan tinggi.

Tidak sulit menemukan bukti apa yang dilakukan pemerintah. Banyak yang dilakukan tapi banyak juga yang mengkritiknya, bahkan benci setengah mati.

Benar juga apa yang disampaikan banyak orang bijak. Perjalanan menuju kehidupan yang lebih baik tidak selalu mendapat sambutan positif.

Pembangunan infrastruktur, keberpihakan pemerintah dalam bentuk kebijakan pro-rakyat, sudah pasti mendapat perlawanan dari pihak-pihak yang selama ini menangguk untung.

Apalagi di tahun-tahun mendekati pemilihan pemimpin pemerintahan. Yang positif bisa jadi negatif, begitu juga sebaliknya. Mau terus-terusan mengorbankan kepentingan rakyat? Sudah siap menanggung akibatnya? Rakyat gak bodoh loh. (***)

 

Penulis: Kristin Samah, wartawan dan penulis beberapa buku, yang mencintai Indonesia. 

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR