Berwisata di Hutan Mangrove Gonenggati Donggala

Titian bambu mangrove yang biasanya digunakan para penikmat Hutan Mangrove di Donggala (Jose Rizal)

Hutan mangrove adalah lingkungan pepohonan yang berada di daerah pantai. Keberadaan hutan mangrove sangat penting dijaga kelestariannya karena memberikan banyak manfaat bagi lingkungan. Bila ditata dengan baik, hutan mangrove juga memiliki keunikan dan menawarkan pemandangan yang indah sehingga layak dijadikan tujuan wisata, seperti hutan mangrove Gonenggati

Hutan mangrove Gonenggati yang terletak di Kabupaten Donggala, adalah hutan mangrove yang telah dikembangkan menjadi objek wisata. Wisata hutan mangrove Gonenggati tak hanya menjadi ruang terbuka hijau bagi kota Donggala. Meski terbilang baru namun tempat wisata alam di kawasan Kelurahan Kabonga Besar, Kecamatan Banawa ini sudah menjadi pilihan warga untuk melepas lelah setelah sepekan sibuk bekerja.

Libur akhir pekan kali ini, Sabtu (3/2/2018) sebagian warga Kota Palu dan Donggala memanfaatkan waktu libur untuk mengunjungi tempat wisata alam Hutan Mangrove Gonenggati. Ditempat ini, banyak pengunjung mengajak keluarganya untuk menikmati hutan mangrove sambil belajar.

“Tempat ini tak hanya menjadi tempat
wisata bagi warga Kota Palu dan Donggala, namun wisata mangrove ini juga menjadi tempat belajar. Beberapa sekolah kejuruan sudah datang ketempat ini,” ujar
Wawan, salah seorang pencetus wisata
Hutan Mangrove Gonenggati.

Spot wisata Hutan Mangrove Gonenggati
ini memang sangat menarik dan tentu saja fotogenic. Tempat ini sudah menjadi salah
satu destinasi bagi wisatawan domestik. Sesuai dengan namanya, hutan mangrove, maka kawasan ini dipenuhi dengan tajuk mangrove mulai dari yang masih pendek hingga yang lumayan tinggi.

Payung, penikmat hutan mangrove biasanya menggunakannya sebagai sarana berswafoto (Jose Rizal)
Payung, penikmat hutan mangrove biasanya menggunakannya sebagai sarana berswafoto (Jose Rizal)

Sejak jaman dulu tempat ini merupakan
ekosistem mangrove alami yang ada di pesisir Kelurahan Kabonga Besar. Namun
Hutan Mangrove Gonenggati ini dulunya
dipenuhi dengan sampah rumah tangga. Warga kerap membuang sampah di sekitar Hutan Mangrove ini.

Mengingat pentingnya keberadaan mangrove sebagai benteng penjaga
pesisir dari abrasi air laut, maka sekelompok anak muda Kelurahan Kabonga Besar berinisiatif untuk membersihkan dan menata hutan mangrove ini menjadi obyek wisata dan edukasi yang menarik. Mereka pun mulai menanam berbagai jenis mangrove di pesisir laut Kabongan.

Kini hasil kerja keras mereka mulai terlihat, pohon mangrove yang dulunya dipenuhi sampah, kini sudah bersih. Di titik-titik tertentu mangrove itu membentuk lorong-lorong gua yang bisa dijadikan lokasi trekking.

Untuk mempercantik kawasan ini, para pemuda pengelola wisata Hutan Mangrove Gonenggati juga membuat titian bambu, jembatan bambu, sou (pondok singgah), serta aneka hiasan menarik yang indah digunakan untuk background foto. Kini tempat yang dulunya terbengkalai sudah
berubah menjadi destinasi wisata cantik
dan wajib kamu sambangi saat berkunjung ke Donggala.

Berhubung kawasan Hutan Mangrove Gonenggati ini dikelola oleh kelompok wisata maka pengunjung harus membeli tiket masuk. Pengunjung cukup membayar Rp 5.000 per orang. Murah kan,
ayo berwisata ke Hutan Mangrove Gonenggati sambil belajar.

(Kontributor : Jose Rizal )

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR