Bripka Iwan Sarjana Berhasil Dibebaskan

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto Kamis (10/5) dini hari, menjelaskan tentang bebasnya Bripka Iwan Sarjana dari penyanderaan teroris di Mako Brimob

Pihak kepolisian telah berhasil membebaskan Bripka Iwan Sarjana anggota polisi dari satuan Densus 88 Antiteror, pada hari Kamis (10/5) dini hari. Ia merupakan anggota kepolisian yang terakhir disandera dalam kerusuhan yang dilakukan oleh narapidana teroris di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok-Jawa Barat.

Bripka Iwan Sarjana disandera setelah sebelumnya 5 anggota polisi lainnya tewas dibunuh oleh para napi teroris. Kelima anggota Polri tersebut adalah:
1. Iptu Luar Biasa Anumerta Yudi Rospuji Siswanto,
2. Aipda Luar Biasa Anumerta Denny Setiadi,
3. Briptu Luar Biasa Anumerta Fandi Setyonugroho,
4. Briptu Luar Biasa Anumerta Syukron Fadli,
5. Briptu Luar Biasa Anumerta Wahyu Catur Pamungkas.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto dalam konprensi persnya di Mako Brimob menyatakan bahwa Iwan dibebaskan dalam keadaan selamat.

“Bripka Iwan Sarjana sudah berhasil dibebaskan dalam keadaan hidup. Kondisinya luka-luka, luka-luka lebam di muka” ujarnya saat konpers di Mako Brimob.

Setyo Wasisto menjelaskan, proses pembebasan sandera dilakukan dengan mengedepankan negosiasi, mengingat keselamatan sandera merupakan tujuan utama. Proses negosiasi pembebasan Iwan terbuka saat para napi teroris meminta makanan pada pihak polisi. Namun pihak negosiator dari kepolisian minta agar sandera dibebaskan, sebelum dukungan makanan diberikan.

“Meereka minta dukungan makanan, maka kita bujuk agar mau membebaskan,” kata Setyo Wasisto.

Saat ditanya wartawan apakah sudah tidak ada sandera lagi, dengan dibebaskannya Iwan Sarjana; Setyo Wasisto menjelaskan bahwa sandera polisi sudah tidak ada lagi. Mengenai kemungkinan masih ada sandera lagi di luar kepolisian, Setyo Wasisto menyatakan bahwa itu masih dalam katagori ranah yang dirahasiakan.

Ia menjelaskan pula bahwa kondisi saat ini semakin kondusif. Tetapi walau konsisi kondusif, negosiasi masih terus dilakukan. “Negosiasi masih terus dilakukan karena masih ada senjata di dalam,” tukasnya.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR