Bubar Demo Sopir Angkot Bogor Blokade Jalan

BOGOR – Ratusan pengemudi angkot yang menggelar unjuk rasa di Balaikota, Jalan Juanda, Kota Bogor, bubar setelah hujan deras mengguyur. Massa aksi demo yang berasal dari trayak 02 jalur Sukasari-Bubulak, trayek 11 untuk jalur Padjajaran-Pasar Bogor, trayek 13 jalur Ramayana-Bantar Kemang, trayek 06 untuk rute Ciheuleut-Ramayana, dan trayek 08 yang melayani rute Warung Jambu-Ramayana itu menyatakan akan menggelar aksi kembali, Kamis (28/4/2016).

Tidak adanya jawaban terkait tuntutan penolakan Sistem Satu Arah (SSA) yang diusung para pendemo, serta gagalnya bertemu Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto membuat para pengemudi angkot tersebut masih merasa kurang puas.

Usai berunjuk rasa, beberapa massa aksi pengemudi angkot mencegat angkot lain untuk menurunkan penumpang di pertigaan Jalan Juanda – Paledang.
“Angkot yang bawa penumpang dan lewat istana dipaksa turuni. Akhirnya penumpang terpaksa berjalan kaki atau naik ojek,” keluh Sinta Nuraeni (21), salah satu penumpang angkot trayek 02, kepada indeksberita.com, (Rabu (27/4/2016).

Pantauan media online ini, para sopir angkot yang menolak penerapan SSA juga melakukan blokade jalan di kawasan Jalan Otto Iskandardinata (Otista), di dekat Simpang Tugu Kujang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor. Meski hujan, sekitar pukul 13.50 WIB, sejumlah sopir angkot memarkir kendaraan di Jalan Otista.

Selanjutnya, mereka melakukan aksi blokade di mulut Jalan Otista dengan menggeser pembatas jalan yang ada di dekat simpang tiga Tugu Kujang. Dampaknya, arus lalu lintas di kawasan yang terhubung ke Jalan Pajajaran itu pun menjadi macet.

Namun, hanya selang beberapa menit, aksi penghalauan kendaraan yang dilakukan oleh sopir angkot trayek 02, 06, 08, 11, dan 13 langsung digagalkan pihak kepolisian dari Polres Bogor kota yang dibantu oleh personil Brimob Kedung Halang. Petugas pun kemudian membubarkan pengunjuk rasa.

“Aksi pemblokiran jalan ini dipicu sikap Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto yang tidak mau menemui kami (red.para pendemo). Saat kami demo, sama sekali tidak ada perwakilan pemkot yang menerima kami. Besok, kami akan kembali berdemo untuk melengserkan Bima Arya karena sebagai Walikota Bogor telah gagal membangun kota,” tandas Suhenda, pengemudi angkot trayek 06.

Walikota Bogor Bima Arya memang tidak menemui para pengunjuk rasa saat menyampaikan aspirasinya di Balaikota Bogor. Informasi yang dihimpun, Bima Arya dan rombongan tengah melakukan kunjungan ke Denpasar, Bali untuk mempelajari penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Kunjungan Bima Arya di Pulau Dewata tersebut diterima Sekdakot Denpasar Anak Agung Rai Iswara mewakili Wali Kota IB Rai Dharmawijaya Mantra. (eko)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR