Buddy Ace : Mari Berpolitik Dengan Lebih Berbudaya

Ir. Setiabudi Caleg DPR RI dari Partai Nasdem akrab dipanggil Budi ACe

Ada yang berbeda dari Buddy ACe panggilan akrab dari Ir. Setiabudi, yang selama ini dikenal sebagai penggiat kesenian dan kebudayaan. Kali ini ia bicara budaya dalam perspektif politik, terkait dengan majunya ia sebagai calon legislatif (Caleg) DPR RI Partai Nasdem untuk Daerah Pemilihan (Dapil) Jakarta Timur. Ia berharap dapat berkontribusi pada perilaku politik yang lebih berbudaya.

Budi yang selama ini dikenal dekat dengan para musisi Indonesia, sebenarnya juga diakui kemampuannya dalam berorganisasi dan mengelola media, yang tentunya terkait dengan keminatannya dibidang seni dan budaya. Ia tercatat sebagai Pemred Koran Slank, kontributor  bidang seni dan budaya di indeksberita.com, Ketua Departemen Pemuda & Olah Raga Yaskum Indonesia, CEO AIRS (All Indonesian Rockstars), dan organisasi relawan Jokowi Almisbat (Aliansi Masyarakat Sipil untuk Indonesia Hebat).

Kepada indeksberita.com ia menegaskan bahwa motivasinya maju sebagai caleg, untuk memprosikan dan memajukan seni dan budaya, baik lokal maupun nasional lewat jalur politik di DPR. Menurutnya, upaya memajukan dunia seni dan budaya akan lebih berdampak lewat jalur politik.

“Saya ingin memajukan dunia seni dan budaya lewat jalur politik. Lewat jalur politik tentu lebih berdampak, karena akan mempengaruhi para pengambil keputusan,” urainya.

Orang- orang yang berkegiatan maupun berprofesi di bidang seni dan budaya, menurutnya perlu untuk terjun ke dunia politik. Hal itu bukan hanya untuk memajukan dunia dan profesinya, tetapi juga untuk mempengaruhi perilaku aktor-aktor politik lainnya, agar lebih berbudaya dalam sikap maupun tindakan politiknya.

Budi berpendapat, maraknya hoax dalam praktek politik saat ini, menunjukan betapa rendahnya budaya kita dalam politik. Para penggiat seni dan budaya yang terjun ke dunia politik, lanjut Budi, harus berperan dalam menekan praktek hoax dalam politik.

“Saya ingin berkontribusi dalam terciptanya parktek politik yang lebih berbudaya. Tidak ikut-ikutan menyebarkan berita bohong atau hoax itu baik. Tapi itu tidak cukup. Kita juga harus menentangnya juga,” tegasnya.

Untuk  kepentingan konstituen di Dapilnya secara khusus, ia kemudian menjelaskan enam (6) program dan sasaran yang akan ia perjuangkan sebagai berikut:
1. Mewujudkan Jakarta Timur sebagai Pintu Gerbang Kebudayaan Nusantara dan Betawi sebagai Ujung Tombaknya.

2. Menjadikan Jakarta Timur sebagai Pusat Usaha Ekonomi Kreatif Indonesia. Condet, Jatinegara, Kampung Melayu dan Kampung Makassar sebagai titik produksinya.

3. Pendidikan Gratis. mulai dari SD sampai Perguruan Tinggi S1

4. Bea Siswa Mahasiswa Berprestasi hingga ke Luar Negeri untuk S2 dsn S3

5. Membuka Lapangan Kerjs seluas-luasnya, khusus untuk Generasi Millenials

6. Menjadikan Ondel-ondel sebagai ikon Budaya Betawi dengan cara menaikkan derajatnya kepentas-pentas profesional dan melarangnya dijadikan “alat ngamen” seperti selama ini.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR