Buka Bersama PDI Perjuangan, Mantan Wabup Bogor Sebut HTI dan FPI harus Tahu Diri!

Massa banteng buka bersama di Kantor DPC PDIP Kabupaten Bogor, Jalan Tegar Beriman, Cibinong

Mantan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bogor, Karyawan Faturahman saat gelar bukan bersama di Kantor DPC PDI Perjuangan Jalan Tegar Beriman, Cibinong membakar semangat ribuan kader banteng dengan wejangan politiknya. Dalam acara buka bersama PDI Perjuangan tersebut, secara lantang, mantan Wakil Bupati Bogor, Karyawan Faturahman menyebut Hizbuz Tahrir Indonesia (HTI) sudah selayaknya dibubarkan karena mengusung idelogi yang berserangan dengan Pancasila. Senior PDI Perjuangan ini juga mengecam aksi Front Pembela Islam (FPI) yang kerap mengerahkan massa demi kepentingannya melalui rangkaian unjuk rasa 411 hingga 212.

“Indonesia ini berdiri sudah lebih dari 70 tahun. Lahirnya republik ini melalui proses panjang perjalanan waktu. Siapa yang berjuang memerdekakan bangsa ini?,” kata pria yang akrab dipanggil Karfat dalam orasinya di halaman Kantor DPC PDI Perjuangan, baru-baru ini.

Seketika ribuan massa banteng yang hadir menjawab, para pejuang dan pendahulu yang berjuang, Soekarno. Karfat pun mengiyakan.

“Republik ini merdeka atas dukungan tiga pilar yakni Muhamadiyah, NU dan Partai Nasional Indonesia (PNI) yang merupakan cikal bakal PDI Perjuangan. Muhamadiyah, NU dan PNI adalah tiga pilar yang yang berjuang dalam mengkokohkan bangsa ini dalam merebut kemerdekaan. Jadi, kalau HTI dan FPI yang memanipulasi sejarah. Itu tidak tahu diri!,” tandasnya.

Karfat pun mengkritisi mobilisasi menggunakan nama agama. Secara lugas, ia menyebut Islam itu bukan milik HTI. Juga, bukan milik FPI.

“Penganut Islam di PDI Perjuangan Kabupaten Bogor, jumlahnya ada banyak, ribuan. Bahkan, jutaan. Jadi, jangan mengedepankan syahwat politik menggunakan nama agama. Sebab, PDI perjuangan juga didominasi Islam,” tandasnya.

Masih kata Karfat, HTI dan FPI mestinya tahu diri. Sebab, tidak berjuang dalam proses sejarah tapi ingin merubah dasar negara Pancasila.

“Usia ormas yang melakukan aksi demo, baru sekitar 10 tahun. Sementara dilihat dari sejarah, usia republik ini, sudah diatas 70 tahun merdeka. Jadi siapa yang berjuang memerdekakan bangsa ini? Jawabannya jelas, para pejuang dan pendahulu yang berjuang, Bung Karno,” kata Karfat kembali mempertegas.

Sementara Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Abdy Yuhana yang didapuk memberikan sambutan dalam buka bersama menyoroti kembalinya politik identitas. Bagi Abdy yang juga calon Gubernur Jawa Barat ini, jika sekarang muncul lagi politik identitas, maka hal ini tidak mendidik rakyat dalam memajukan bangsa dan rakyat Indonesia.

“Visi negara Indonesia sudah final yakni Pancasila. Manusia sejak awal sudah diciptakan untuk bersuku suku dan berbangsa-bangsa Jadi tidak perlu diperdebatkan lagi. Orang yang menyebut orang lain kafir, kadar iman nya patut dipertanyakan,”kata Abdy.

Sementara, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bogor, Budi Sembiring mengapresiasi tema bersama Idul Fitri yang dikeluarkan DPP. Bagi Buser, sapaan Budi Sembiring, PDI Perjuangan tahun ini mengusung tema nasional yakni, “Dia yang Bukan Saudaramu dalam iman, adalah Saudara Dalam Kemanusiaan”, sangat relevan.

“Bagi PDI Perjuangan, tidak ada perbedaan baik suku, latar belakang, ras dan agama. Pancasila sudah final. Maka sebagai partai nasiomalis, jika ada yang mencoba merubah dasar negara dan ideologi bangsa Indonesia, maka tidak ada ruang bagi niat tersebut,”pekik Buser disambut setuju ribuan massa banteng.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR