Bulan Puasa, Pemkot Bogor Tutup THM dan Larang Konvoi Saur On The Road

Ilustrasi

Selama Ramadan, Pemerintah Kota Bogor melarang warga masyarakat berkonvoi menggunakan kendaraan menggelar Sahur On The Road atau biasa disingkat SOTR. Selama ramadhan pula, Pemkot Bogor Tutup THM (Tempat Hiburan Malam) agar tidak mengganggu orang yang sedang berpuasa.

Alasan pelarangan SOTR selain rawan kecelakaan juga rawan terjadinya gesekan dan mengganggu ketertiban umum. Namun jika ingin berbagi bisa langsung ke lokasi yang dituju tanpa melakukan konvoi.

“Untuk saat ini masih dalam bentuk himbauan belum ke pelarangan. Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat terutama remaja untuk memanfaatkan waktu sahur dengan hal positif bernilai ibadah,” ujar Plt. Wali Kota Bogor Usmar Hariman di Balaikota Bogor, Jalan Juanda, Kamis (17/05/2018).

Usmar menuturkan, SOTR ini masih harus dikaji bersama dengan Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) dan tokoh agama untuk melihat kepentingan SOTR itu sejauh mana dan maslahat yang ditimbulkan. Jika memang SOTR yang dilakukan dijadikan ajang dakwah, membangunkan orang sahur dan untuk berbagi serta dilakukannya di satu titik yakni yayasan atau panti asuhan menurutnya tidak masalah.

“Kalau seperti itu sah-sah saja melakukan SOTR, selama dilakukan dengan tertib sesuai dengan tujuannya. Bukan konvoi di jalan memakai atribut yang berpotensi mengganggu kenyamanan hingga menimbulkan kecelakaan,” imbuhnya.

Meski begitu, Usmar menekankan agar jangan sampai semangat SOTR malah membuat sholat shubuhnya terlewat atau malah tidak berpuasa. Sebisa mungkin, setelah melakukan SOTR kembali ke rumah masing-masing dan menjalankan sholat shubuh berjamaah di Masjid.

“Akan lebih baik puasa ini jadi ajang memperbanyak ibadah dan memperbaiki kualitas ibadah,” katanya.

Terpisah, Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bogor memastikan akan menindak Tempat Hiburan Malam (THM) yang nekad beroperasi. Sebab, 3 hari sebelum Ramadan, larangan beroperasi sudah disampaikan ke semua THM hingga tiga hari setelah Idul Fitri 2018. Demikian dikatakan Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bogor Ferdinand di kantornya, Jalan Kesehatan, Kamis (17/5/2018).

“Sudah diminta stop sementara, seluruh THM di Kota Bogor selama bulan puasa ini. Terhitung mulai H-3 puasa sampai H+3 Lebaran, sesuai dengan surat keputusan (SK) Wali Kota Bogor,” kata Ferdinand.

Disampaikannya, menurut edaran SK Wali Kota No 300.45-127/2018 THM, karaoke, biliar, pub, dan lainnya dilarang beroperasi. Ketentuan itu sudah menjadi kegiatan tahunan, yang tujuannya agar tidak menganggu warga Kota Bogor yang menjalankan ibadah puasa.

“Pelarangan tersebut bukan bermaksud untuk menghambat usaha, tapi agar kegiatan hiburan pada malam hari dikurangi untuk menghormati bulan suci Ramadan,” tuturnya. (ok)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR