Cegah Tawuran, Satpol PP Perlu Bentuk Polisi Pelajar

BOGOR – Aksi tawuran pelajar Kota Bogor sudah mencapai titik mengkhawatirkan. Dalam setiap pekan sekali, nyaris terjadi tawuran. Modusnya pun berubah. Tidak hanya jam bubar sekolah, tawuran pelajar pun kerap terjadi malam hari, setelah sebelumnya kedua belah pihak diduga saling membuat janji untuk memutuskan lokasi dan waktu.

“Tawuran pelajar memang harus dilakukan pencegahan. Hal ini dinilai perlu karena setiap tawuran selalu ada korban. Bisa dibayangkan, jika setiap pekan jatuh korban, dalam setahun berapa korbannya?,” ujar Anggota Komisi D, DPRD Kota Bogor, Christian kepada indeksberita.com, Selasa (5/4/2016).

Masih menurutnya, sebagai solusi tidak hanya dimulai dari perhatian keluarga dan sekolah. Namun, pemerintah daerah juga harus hadir melakukan tindak pencegahan.

“Saya pikir, solusinya perlu dibentuk Polisi Pelajar yang terdiri dari unsur Satpol PP. Tidak bedanya, Polisi Taman (Park Ranger) yang dibentuk Walikota Bogor dari bagian Satpol PP. Hal itu dilazimkan merujuk PP No 6 tahun 2010 tentang Satpol PP,” ujar politisi PDI Perjuangan tersebut.

Sejatinya, sambung Christian, jika dibentuk Polisi Sekolah dengan jumlah personil yang mendukung yang didanai APBD, bisa dilakukan rutinitas patroli ke sejumlah titik rawan tawuran.

“Dengan demikian, setidaknya pencegahan tawuran masih bisa dilakukan. Jadi, Satpol PP sebagai penegak Perda, tidak hanya difungsikan sebagai polisi taman, penghalau PKL atau demo. Tapi, perlu juga melakukan pencegahan tawuran pelajar,” tegasnya.

Pada bagian lain, Anggota Komisi D, DPRD Kota Bogor, Najamudin berkomentar senada. Menurutnya, pemeritah daerah harus hadir mengantispasi jatuhnya korban di kalangan pelajar.

“Dibentuknya Polisi Pelajar, perlu. Sebab, dalam penindakan bentrok pelajar saat ini kan sudah ditangani kepolisian. Sementara, upaya melakukan pencegahan, belum optimal. Jika sebelumnya dikembalikan ke pihak sekolah terkait dan orangtua, faktanya tawuran masih sering terjadi,” tutur legislator Fraksi PKS.

Informasi yang dihimpun media online ini, terdapat sembilan lokasi yang paling sering jadi titik tawuran di Kota Bogor. Lokasi tersebut yakni Jalan Raya Pajajaran, Warung Jambu, underpass Soleh Iskandar, Empang, Sukasari, perempatan Yasmin, Kebonpedes, Kedunghalang, dan Tajur. Sementara, berdasarkan pemetaan, ada beberapa sekolah di Kota Bogor yang terindikasi kerap terlibat dalam tawuran, di antaranya SMK PGRI 2, SMK Tridarma, SMK Yatek, SMK YKTB, dan SMK YZA Tajur. (eko)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR