Di Cianjur, Presiden Juga Serahkan Sertipikat Tanah Wakaf

Para nazir masjid dan pesantren di Cianjur, Sukabumi, Bandung Barat dan daerah lainnya saat menerima Sertipikat tanah wakaf pada hari Jumat (8/2) di Cianjur (Foto Humas Kementerian ATR)

Dalam kunjungan kerja Kabupaten Cianjur, Presiden selain membagikan SK Perhutanan Sosial, juga berkesempatan menyerahkan 115 sertipikat tanah wakaf di Masjid Al-Ittihad yang ada di lingkungan pesantren Al-Ittihad Kabupaten Cianjur.

Dari rilis yang dikeluarkan oleh Humas Kementerian ATR/BPN, para nazir masjid dan madrasah yang berasal dari Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Bandung Barat merasakan kebahagiaan yang besar saat menerima sertifikat tanah wakaf dari presiden. Hal tersebut dirasakan oleh H. Ahmad Manar Najib, Nazir Madrasah Al-Munawariyah, Kabupaten Cianjur. Pria berusia 64 tahun ini tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya.

“Terima kasih, Pak,” katanya saat menerima sertipikat tanah wakaf di Masjid Al-Ittihad, Kabupaten Cianjur, Jumat (8/2).

Tim Humas Kementerian ATR/BPN menceritakan, H. Ahmad Manar Najiba madrasahnya mendapat tanah wakaf dari Hj. Choiriyah, sekitar tahun 1960. Tanah wakaf ini sudah turun temurun diwakafkan kepadanya. Sepanjang 59 tahun tersebut, H. Ahmad Manar Najib mengaku tidak pernah membuatkan sertipikat tanah wakaf untuk tanah tersebut. Ia beralasan bahwa ia takut.

“Takut karena tidak tahu prosedurnya. Dan kata orang-orang biayanya mahal,” aku H. Ahmad Manar Najib.

H. Ahmad Manar Najib melanjutkan bahwa sejak adanya program penyertipikatan tanah wakaf, kini prosedurnya lebih cepat dan mudah. “Gratis juga, Pak,” ujar H. Ahmad Manar Najib mantap.

Kegembiraan serupa juga dirasakan oleh Jeje Sumantri, Nazir Masjid Al-Barokah, Kabupaten Bandung Barat. Menurut Jeje Sumantri kini pemerintah sudah sangat peduli dengan tanah wakaf. “Kini bikin sertipikat wakaf cepat dan mudah, Pak. Pegawai BPNnya juga bekerja sama serta tidak pelit informasi,” kata Jeje Sumantri.

Jeje Sumantri juga mengakui bahwa pelayanan Kantor Pertanahan dahulu, tidak sebaik sekarang. “Dahulu, informasi pembuatan sertipikat tanah sangat sulit kami dapat, sehingga kita hanya mendengar kata orang saja,” ungkap Jeje Sumantri.

Pembuatan sertipikat tanah yang lama dan sulit serta tidak adanya transparansi biaya sudah dirasakan Jeje Sumantri. Kini ia hanya bisa bersyukur karena sudah memegang sertipikat tanah.

“Alhamdullilah, kini BPN sudah berubah. Terima Kasih, Pak Jokowi. Terima kasih ATR/BPN,” pungkas Jeje Sumantri.

Presiden RI, Joko Widodo mengatakan bahwa pembuatan sertipikat tanah untuk masyarakat harus dipercepat. “Setiap saya ke daerah, keluhannya selalu sama, yakni sengketa tanah. Ini terjadi karena masyarakat tidak mempunyai sertipikat tanah,” kata Presiden.

“Dulu tanah wakaf tidak ada masalah. Tetapi sekarang banyak terjadi masalah karena masjidnya, musalanya tidak punya sertipikat tanah,” sambung Presiden.

Untuk itu Presiden meminta agar Menteri ATR/Kepala BPN bersama jajarannya menyelesaikan penyertipikatan tanah wakaf. “Sertipikatkan masjidnya, musalanya serta pesantrennya,” ujar Presiden.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR