Citamiang Puncak, Wisata Alam Pegunungan yang Bikin Kangen

Bumi Perkemahan Citamiang Puncak, Bogor disempurnakan suasana alam pegunungan yang membuat pengunjung nyaman dan kangen ingin kembali datang (Foto Eko Octa)

Bumi Perkemahan Citamiang Puncak, adalah salah satu tempat berada  di daerah pegunungan Puncak, Cisarua, Kabupaten Bogor. Area ini berada di Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, kabupaten Bogor. Tepatnya, di Jalan Raya Puncak Cianjur-Bogor, atau sekitar 200 meter sebelum pintu gerbang Gunung Mas.

Seperti kita ketahui, suasana alam Puncak yang menyegarkan tentu akan membuat tubuh kembali rileks setelah sibuk dengan rutinitas kerja kita. Hal inilah yang menjadi daya tarik utama bagi warga Jakarta untuk datang dan menginap di Puncak Bogor, terlebih pada waktu akhir pekan.

Kawasan Puncak Bogor merupakan pilihan tempat wisata yang banyak digandrungi kawula muda. Tak hanya untuk kaum muda saja, wisata Puncak Bogor juga menjadi tujuan wisata keluarga yang populer.

Lokasi bumi perkemahan Citangiang Puncak, masih terbilang asri karena berdampingan dengan hutan, sehingga membuat lokasi ini jadi pilihan tepat sebagai  tempat berkemah. Soal tiket, juga masih murah. Hanya Rp5000 rupiah untuk satu orang per malam.

Kawasan ini merupakan salah satu kawasan wisata yang dikelola oleh pihak perhutani KPH Bogor. Lokasi bertema wisata ekologi ini menawarkan kedekatan dengan alam yang khas di Puncak, di Kampung Pondok Rawa, Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, Bogor. Tempatnya hanya 400 meter sebelum gerbang Wisata Gunung Mas, kalau dari arah Bogor.

Wisata Citamiang merupakan objek wisata Puncak Bogor yang sangat cocok bagi pengunjung yang ingin menghabiskan waktu liburan dengan aktifitas di alam terbuka. Di Wisata Citamiang ini, terdapat fasilitas kegiatan outbound, aktivitas training, berkemah hingga tracking yang dilakukan di lokasi ini di tengah hutan pinus yang rimbun serta hamparan luas kebun teh.

Foto Bumi Perkemahan Citangiang Puncak

Area wisatanya dikelilingi oleh hutan pinus dan hamparan perkebunan teh yang membentang luas. Tempat ini,  juga tepat untuk pemotretan pre-wedding. Sebab, kesan romantis jelas tergambar dari hutan pinus yang cantik yang ada di Wisata Citamiang ini.

Kontur tanah di medan wisata ini bergelombang dengan tanah yang lembab, serta dinginnya kawasan yang mencapai 17 derajat celcius, saat petang akan semakin menyempurnakan melewati waktu liburan di Citamiang.

“Wisata Citamiang dibuka dari pukul 07.00 sampai dengan 20.00 WIB. Disarankan, pengunjung membawa perlengkapan pakaian hangat bagi yang akan menginap. Karena, saat malam kawasan ini sangat dingin,” kata pegawai Perum Perhutani, Bogor, Bambang kepada  indeksberita.com, Sabtu (26/8/2017).

Objek wisata ini juga menyediakan paket wisata, di antaranya tea walk, jungle track, dan pengetahuan ekologi. Termasuk menyediakan fasilitas penyewaan tenda. Layaknya dibumi perkemahan lainnya, lokasi selalu penuh pengunjung saat  akhir pekan atau musim liburan tiba.

Mitos

Bumi Perkemahan Citamiang banyak yang meyakini sebagai tempat yang kerap dikunjungi Raden Kian Santang. Hal itu membuat tempat wisata inibukan sekedar tempat kemping biasa. Pada malam-malam tertentu, sejumlah orang menjadikan hutan pinus itu sebagai lokasi menenangkan diri. Mereka yang datang umumnya berasal dari luar Bogor.

Tak sedikit yang meyakini Sungai Citamiang berkhasiat untuk menyembuhkan segala macam penyakit.  Tak hanya penduduk setempat, orang-orang dari luar Bogor pun sering datang ke sungai ini untuk berendam.

Wisata Alam Citamiang Puncak, Bogor

“Sungai Citamiang ini sudah sejak dulu, sekitar tahun 60-an kerap dikunjungi banyak orang hanya untuk berendam. Banyak yang percaya bisa mengobati penyakit. Tapi, saya sendiri yang sudah lama tinggal di Tugu Utara, Puncak tak begitu yakin,” tukas warga setempat, Roni Kusuma (35).

Menurut keyakinan orang tua terdahulu, sambungnya, Sungai Citamiang bisa menyembuhkan penyakit seperti penyumbatan sirkulasi darah, hingga stress. Sungai yang dikeliling pohon pinus ini ramai dikunjungi pada bulan maulud atau Rajab. Aliran sungai Citamiang sendiri berasal dari Telaga Saat dan Telaga Cibulao yang berada di kawasan Perlindungan Setempat (KPS) Sempadan Situ Mata Air Petak 19, milik Perum Perhutani.

“Cukup berendam badan di sana seminggu sekali saat jelang matahari terbit. Konon, dalam waktu dua atau tiga bulan, penyakit itu sembuh. Banyak yang percaya yang mandi badannya akan terasa lebih fit dan segar,” tutupnya.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR