Curug Lontar, Wisata Alam Di Bogor Yang Dilupakan   

Keindahan Curug Lontar

Mencari wisata alam di Bogor seperti tak ada habis-habisnya. Salah satunya, di Desa Karacak, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor menyimpan pesona wisata yang tersembunyi. Namanya Curug Lontar. Hingga kini keindahan alam air terjun yang memiliki ketinggian sekitar 37 meter dengan debit air yang cukup deras sepanjang tahun ini terkesan belum dijadikan nilai tambah wisata.

Air terjun yang mengalir dari Sungai Cianten yang berasal dari pegunungan Halimun-Salak serta bermuara ke aliran sungai besar Cisadane tersebut merupakan sumber air untuk PLTA Kracak.

Untuk mencapai lokasi wIsata alam di Bogor ini tidaklah sulit. Jika menggunakan kendaraan roda empat atau roda dua, dari Kota Bogor mengarah ke Leuwiliang. Selanjutnya, setelah melewati Jembatan Sungai Cianten, harus menempuh jarak 7 kilometer menuju PLTA, unit Pembangkit Kracak.

Jika menggunakan kendaraan umum dari Stasiun Bogor, bisa menggunakan angkot 02 atau 03 ke Bubulak. Kemudian, dilanjutkan angkot 05 Jasinga-Leuwiliang. Seterusnya, berhenti di pertigaan Kracak dan gunakan angkot 57 Kracak-Puraseda. Sepanjang jalan menuju Curug Lontar, akan ditemui dua air terjun yang berketinggian rendah. Kedua curug tersebut terlihat tersembunyi diantara kerimbunan pohon.

raw-7Sebenarnya, wisata alam yang berada dekat wilayah ini, bukan hanya Curug Lontar, menurut warga setempat juga ada air terjun yang dinamakan Curug Sawer. Namun saat media online ini akan berkunjung ke lokasi, karena kondisi cuaca hujan, dibatalkan.

“Curug Sawer aliran airnya langsung ke sungai. Saat musim hujan, ada baiknya tidak kesana karena kondisi jalan yang buruk dan airnya yang sering tiba-tiba terjadi banjir bandang. Kedalaman air di kolam Curug Sawer mencapai sekitar lebih dari 15 meter. Cukup dalam,” tukas Ahmad Taufik (43), warga Keracak kepada indeksberita.com, Minggu (9/4/2017).

Tak banyak pengunjung yang datang ke Curug Lontar. Sebab, lokasi ini memang terbilang tidak populer karena jarang dikenalkan oleh pemerintah daerah, dan belum dibangun sarana wisata pendukung disekitar tempat wisata tersebut. Air Curug Lontar, keterangan warga setempat tidak pernah surut kendati musim kemarau.

”Airnya cukup deras, mungkin karena itu digunakan untuk sumber pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Kracak. Pemanfaatannya sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda,” lanjut Taufik.

Sejauh ini, warga Bogor pun banyak yang tidak tahu pesona Curug Lontar. Selain minimnya informasi yang dapat memandu para wisatawan untuk datang ke tempat tersebut, sulitnya menemukan jalan masuk untuk menuju tempat tersebut dan akses jalur yang masih sangat jauh dari sebutan layak.

raw-8

Jarak jalan tanah menuju curug hanya sekitar 200 meter, namun kemiringan jalannya cukup menyulitkan dan licin juga rawan longsor saat musim penghujan.

Kurangnya perhatian dari Pemkab Bogor membuat tempat wisata yang memiliki kubangan yang luasnya sekitar 7,000 meter persegi dan memiliki kedalaman yang konon mencapai lebih dari 26 meter seperti wisata alam yang hilang. Padahal, jika dibenahi dan dipromosikan dengan baik, curug lontar bisa menjadi favorit pengunjung, yang ingin menikmati wisata alam di Bogor. Karena keindahan alamnya mampu memanjakan mata pengunjung jika kawasan tersebut diurus dan dirawat oleh pemda.

BAGIKAN

2 KOMENTAR

    • Salam,

      Kami mendapat kiriman dari kontributor kami, yang menurutnya hasil liputan. Kami akan minta yang bersangkutan untuk menghubungi anda

      Redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR