Dampak Banjir Bima Diperkirakan Lebih dari Satu Triliun Rupiah

Penanganan dampak banjir di Kota Bima masih terus dilakukan. Masa tanggap darurat diberlakukan hingga 5/1/2016. Saat ini banjir sudah surut dan hanya menyisakan genangan dan lumpur di beberapa tempat.

Sebanyak 105.753 jiwa masyarakat Kota Bima terdampak langsung dari banjir. Banjir merendam 33 desa di 5 kecamatan di Kota Bima yang meliputi Kecamatan Rasanae Timur, Mpunda, Raba, Rasanae Barat, dan Asakota. Saat ini masih ada 8.491 jiwa pengungsi yang tersebar 30 titik.

“Hampir semua sektor kehidupan terdampak dari banjir. Diperkirakan kerugian dan kerusakan akibat banjir mencapai lebih dari Rp 1 trilyun rupiah,” kata Kapusdatin dan Humas BNPB Sutopo Puwo Nugroho dalam keterangannya, Selasa (27/12/2016).

“Berdasarkan perhitungan data sementara kerugian dan kerusakan akibat banjir sebesar Rp 984,4 milyar. Jumlah ini adalah estimasi kasar yang nanti akan dihitung lebih detil dengan menggunakan pendekatan Jitupasna (Pengkajian Kebutuhan PascaBencana) sekaligus dihitung besarnya kebutuhan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi,” tambahnya.

Data sementara kerugian dan dan kerusakan akibat banjir di Kota Bima meliputi:

1. Kerusakan fasilitas kesehatan meliputi Puskesmas 5 rusak berat, Pustu 29 rusak berat, Polindes 29 rusak berat, 1 Labkesda rusak berat. Kerugian diperkirakan Rp 64,4 Milyar

2. Kerusakan lahan pertanian meliputi 2.247 ha lahan sawah rusak dengan kerugian ditaksir mencapai Rp. 5.81 milyar.

3. Kerusakan fasilitas pendidikan meliputi 18 SD rusak sedang, 5 SMP rusak sedang, 4 SMA/SMK rusak sedang. Kerugian diperkirakan mencapai Rp 9,2 Milyar.

4. Kerusakan infrastruktur: 9 jembatan rusak, jalan dalam kota 40 km rusak, prasarana air minum rusak, sarana kebersihan, 5 dam rusak berat dan 1 dam rusak sedang. Kerugian diperkirakan Rp 259 Milyar.

5. Tempat Usaha atau Kios:
– Kec. Mpunda 5 rusak berat.
– Kec. Raba 44 rusak berat, 39 rusak sedang.
– Kec. Rasanae Barat 21 rusak berat.
– Kec. Asakota 7 rusak berat.
Kerugian diperkirakan Rp 420 juta

6. Rumah:
– Kec. Mpunda 18 hanyut, 27 rusak berat.
– Kec. Raba 24 hanyut, 20 rusak berat, 39 rusak sedang
– Kec. Rasanae Barat 30 hanyut, 10 rusak sedang.
– Kec. Asakota 19 hanyut.
Kerugian diperkirakan Rp 30,1 Milyar

8. Kantor: 30 rusak berat. Kerugian diperkirakan Rp 7,8 Milyar

Pemerintah daerah Kota Bima memperkirakan kerugian dari harta penduduk mencapai Rp 607,93 Milyar sehingga total kerugian ditaksir mencapai Rp 984,40 Milyar.

“Pendataan masih terus dilakukan mengingat belum semua kerusakan tercatat. Diperkirakan dampak ekononi akan terus bertambah seiring dengan bertambahnya data kerusakan,” kata Sutopo.

Kepala BNPB, Willem Rampangilei, memimpin koordinasi potensi nasional dalam penanganan bencana banjir di Kota Bima. Sesuai dengan fungsinya saat darurat bencana BNPB sebagai komando yang mengkoordinir TNI, Polri, Kementerian Sosial, Kementerian PU Pera, Kementerian Kesehatan dan Basarnas untuk memperkuat Pemda Kota Bima.

“Distribusi bantuan dan pembersihan harus dioptimalkan. Sejumlah truk akan didatangkan dari Pemerintah Provinsi untuk membantu distribusi bantuan dan kegiatan pembersihan. Personil TNI dan Polri bersama relawan akan ditempatkan per sektor wilayah terdampak,” ucap Willem Rampangilei.

Kepala BNPB telah meminta Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB untuk menghitung kerugian, kerusakan dan kebutuhan pascabencana. Perhitungan dilakukan bersama Pemda Kota Bima.

Willem mengatakan, “Untuk rehabilitasi dan rekonstruksi harus disusun rencana aksi lintas sektor. Misalnya untuk rehab sekolah akan disampaikan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, untuk rehab jembatan dan jalan akan disampaikan kepada Kementerian Pekerjaan Umum. Untuk antisipasi dan pengurangan risiko bencana pada masa mendatang, beberapa hal yang mendesak untuk dilakukan adalah normalisasi sungai, penataan drainase dan penertiban penataan ruang.”

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR