Dandim 0911 Nunukan Ikrarkan Diri Siap Berada di Paling Depan Memerangi Radikalisme

Dandim 0911 Nunukan, Let Kol Kavaleri Valian Wicaksono dalam Dialog Kebangsaan Hari Pancasila, di Nunukan (Edi Santry)

Pancasila ,UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI adalah sesuatu yang sudah final. 4 pilar tersebut bukan hanya sebuah rumusan, namun juga merupakan rahmat dari Tuhan Yang Maha Esa untuk merekatkan heterogenitas bangsa Indonesia. Untuk itu apabila ada pihak-pihak yang bermaksud merongrong 4 pilar tersebut, hal itu merupakan sebuah pemahaman yang salah dan perlu diluruskan. Namun jika sudah pada taraf perbuatan, maka sebagai anak bangsa wajib melawanya.

Hal tersebut ditegaskan Dandim 0911 Nunukan, Let Kol Kavaleri Valian Wicaksono dalam acara Dialog Kebangsaan Perbatasan dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila. Dialog kebangsaan itu sendiri diselenggarakan di Pelataran Gelora Dwikora, Sei Sembilang, Nunukan, Kamis (1/6/2017) sore.

“Pemahaman yang berpotensi merongrong Pancasila, NKRI , UUD 1945 dan Bhineka Tungal Ika, wajib kita luruskan. Namun jika memang ada yang sudah dalam wujud sikap dan perbuatan berani merongrong NKRI, maka saya mengikrarkan diri, sebelum anggota saya yang turun, saya yang akan berada didepan melawan pihak-pihak yang berani merongrong 4 pilar tersebut,” tegas Valian yang langsung disambut apalaus semua yang hadir.

Dan menyikapi Nunukan sebagai wilayah perbatasan, menurut Valian, eksistensi dari nasionalisme adalah hal yang vital. Apalagi lanjut Valian, dengan kejadian terkini di Marawi, Mindandao, Philipina terkait Darurat Militer yang diterapkan Pemerintah Philipina untuk menumpas Militan Maute (militan yang berafiliasi dengan ISIS), maka semua elemen masyarakat di Nunukan harus selalu waspada.

“Ketika Mililtan Maute di bombardir Militer, bukan tidak mungkin mereka akan mencari tempat pelarian. Dan Nunukan ini adalah tempat yang sangat dekat dengan Marawi, tentu bukan hal yang mustahil apabila Nunukan akan menjadi tempat pelarian Militan itu,” paparnya.

Antusiasme peserta dialog kebangsaan di NunukanAntusiasme peserta dialog kebangsaan di Nunukan

Pada kesempatan yang sama, Bupati Nunukan, Asmin Laura Hafid dalam pernyataan tertulisnya mengungkapkan tentang perlunya menjadikan Pancasila sebagai azas serta rambu-rambu bangsa, khususnya untuk masyarakat di Perbatasan.

“Ahir-ahir ini berbagai ujian yang mendera Bangsa Indonesia seharusnya menjadi peringatan buat kita semua bahwa nilai-nilai Pancasila sebagai perekat kehidupan bangsa sudah mulai dilupakan. Oleh karena itu, saya sangat mengapresiasi kegiatan Dialog Kebangsaan Perbatasan ini. Dan kedepan, kegiatan-kegiatan untuk mensosialisasikan Pancasila hendaknya terus dilakukan,” ungkap Laura.

Dialog Kebangsaan Perbatasan yang digagas Dandim 0911 Nunukan bersama sejumlah Aktivis di Nunukan itu sendiri berlangsung dengan sangat meriah. Ratusan masyarakat dari berbagai elemen di Nunukan nampak antusias mengikuti jalanya dialog yang dilanjutkan dengan buka puasa tersebut.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR