Danlanal Nunukan Ajak Warga Bijak Bermedsos dan Waspadai Masuknya Teroris Melalui Perbatasan

Danlanal Nunukan Letkol Laut (P) Ari Aryono di Sebatik (istimewa)

Antusiasme masyarakat Nunukan dalam menggunakan media sosial, dan masuknya teroris melalui perbatasan, kedua hal itu menjadi perhatian Komandan Pangkalan TNI AL/Danlanal Nunukan. Let Kol Laut (p) Ari Aryono

Penggunaaan media sosial lewat berbagai aplikasi tentu akan mempermudah seseorang dalam berinteraksi maupun melakukan sosialisasi. Tak terkecuali masyarakat yang tinggal di wilayah Perbatasan RI seperti Nunukan, media sosial, menurut Ari Aryono, menjadi hal yang baku dalam mendapatkan maupun menyebarkan informasi. Selain itu menurutnya, wilayah perbatasan juga pintu masuk paling ideal buat pelaku teror, sehingga masyarakat juga harus waspadai masuknya teroris melalui perbatasan.

Perwira dengan dua Melati tersebut mengungkapkan, media sosial akan menjadi positif apabila masyarakat mampu menggunakanya sebagai sarana silaturahim, namun juga akan menjadi hal yang negative apabila digunakan untuk menyebarkan konten-konten yang tak bersusila dan ajang menyebarkan hoax.

“Perkembangan media sosial yang saat ini semakin menjamur khususnya di wilayah Perbatasan (Nunukan), seiring kemajuan tegnologi tentu adalah hal yang tak bisa dihindari. Untuk itu saya menghimbau kepada masyarakat Nunukan agar bijak dalam bermedia sosial. Bijaklah dalam menanggapi pemberitaan dan tidak mudah lakukan sharing pemberitaan tanpa cek dan ricek,” ujar Ari, Jumat (10/11/2017).

Ari mengungkapkan bahwa pihak-pihak yang menginginkan bangsa ini terpecah juga mebidik para pengguna media sosial untuk melancarkan propagandanya. Bahkan pemberitaan palsu atau hoax akan dipoles sedemikian rupa demi menarik minat masyarakat untuk membaca dan menyebarkanya.

“Banyak ahir-ahir ini pemberitaan yang bersifat provokatif dan saling menjelek-jelekan antar seseorang dan golongan. Masyarakat hendaknya tidak langsung mempercayai pemberitaan seperti ini apalagi melibatkan diri dalam provokasi dengan langsung menyebarkankan berita tanpa cek kebenaranya,” imbuhnya.

Negara Indonesia, lanjut Ari, adalah sebuah Negara yang kaya raya sehingga tentu saja banyak pihak yang menginginkan agar dapat menguasai Indonesia. Dan cara untuk menguasai Indonesia menurut Ari, salah satunya adalah membuat bangsa ini bertikai dengan menanamkan propaganda saling merasa benar sendiri. Untuk itu ia menegaskan bahwa persatuan dan kesatuan adalah kunci pokok dalam memerangi pihak-pihak yang ingin NKRI ini hancur.

Apalagi menurut Ari, secara geografis Nunukan adalah wilayah yang berbatasan langsung dengan Negara tetangga yakni Sabah-Malaysia dan tak jauh dari Filipina. Ha ini menjadikan Nunukan adalah pintu masuk paling ideal buat pihak-pihak yang kontra NKRI terutama pasca terpukulnya militan Maute (kelompok militant yang berbaiat terhadap ISIS) di Marawi oleh militer Filipina, maka menurut Ari, masuknya teroris melalui perbatasan Nunukan ke wilayah Indonesia, adalah keniscayaan.

“Pasca kejadian di Marawi yakni dengan terpukul mundurnya Militan Maute,tidak menutup kemungkinan para Teroris itu akan keluar dari Filipina dan masuk wilayah NKRI dan Nunukan adalah pintu masuk terdekat. Untuk itu saya minta kepada masyarakat, jika ada hal-hal yang mencurigakan, agar tidak ragu untuk melaporkan kepada pihak TNI-Polri maupun Pemda,” pungkasnya.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR