Deddy Sitorus Bantu Puluhan Ribu APD Untuk Masyarakat Kaltara

Penyebaran Covid – 19 di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) tak bisa dianggap remeh lagi. Pasalnya, dari hari ke hari jumlah kasus pasien yang positif terjangkit virus corona semakin bertambah. Beberapa wialayah seperti Kota Tarakan, Kabupaten Bulungan dan Kabupaten Nunukan bahkan telah dinyatakan sebagai zona merah.

Peningkatan jumlah pasien poisitif covid-19 yang cukup tajam terjadi di Nunukan. Dari informasi Tim Gugus Covid-19 Nunukan, hingga Rabu 25 April 2020, jumlah pasien posisif corona mencapai 35 orang dan yang meninggal 1 orang. Terkait hal ini, beberapa pihak bahkan meminta agar Pemkab Nunukan memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Namun anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR – RI) Deddy Yevry Sitorus berharap Pemkab Nunukan tak memberlakukan PSBB sebagai upaya memupus penyebaran Covid – 19. Pasalnya wilayah Kabupaten Nunukan sangat luas serta terdiri dari beberapa pemukiman besar.

“Nunukan tak bisa disamakan dengan Tarakan. Karena wilayah Nunukan sangat luas dan terdiri dari beberapa pemukiman besar seperti Pulau Nunukan, Pulau Sebatik, Krayan dan pemukiman yang membentang dari Lumbis Pansiangan hingga Sebuku,” tutur Deddy kepada Pewarta, Rabu (29/4/2020).

Sehingga apabila Pemkab Nunukan menerapkan PSBB, selain tak akan efektif, politisi PDI P tersebut menghawatirkan Pemkab Nunukan akan kewalahan dalam hal pendanaan. Apalagi menurut Deddy, selama ini kebutuhan bahan pokok penting (Bapokting) pangan untuk warga yang tinggal di Pulau Nunukan masih bergantung dari luar pulau Nunukan.

“Menurut saya, perketat physical distancing untuk Nunukan akan lebih efektif daripada PSBB,” tandasnya.

Yang lebih penting saat ini, ungkap Deddy adalah kegotong royongan dan sinergitas masyarakat untuk bersama dalam menangani penyebaran virus Corona juga solidaritas dalam menyikapi dampaknya. Karena menurutnya, penanganan covid-19 tak akan mampu dilakukan sendirian oleh Pemerintah.

“Dalam pencegahan menyebarnya virus corona, perlu solidaritas untuk pengadaan alat pelindung diri (APD) sedangkan dalam menyikapi dampak covid – 19 selama physical distancing diberlakukan, kegotongroyongan dalam meringankan beban mereka yang terdampak lewat bantuan sembako adalah hal paling tepat,” ujarnya.

Ketika disinggung distribusi bantuan APD kepada Pemkot Tarakan serta kepada unsur TNI – Polri di Tarakan, Deddy mengakui bahwa hal tersebut muni inisiatifnya. Selain bentuk tanggung jawab sebagai wakil rakyat Kaltatra di Senayan, ia berharap bantuan tersebut dapat mengedukasi masyarakat untuk saling berbagi ditengah pademi covid-19.

Diketahui, Rabu 29 April 2020, melalui staf ahlinya, Deddy Sitorus menyerahkan bantuan APD kepada Pemkot Tarakan yang diterima langung oleh Walikota Tarakan dr. Hairul. Selain untuk masyakat Tarakan, APD berupa ratusan pasang sepatu boat, ribuan hand sanitazer spran, puluhan ribu masker kain, ribuan sarung tangan dan APD lainya itu akan disebar kepada masyarakat terdampak corona di seluruh Kabupaten/Kota di Kalimantan Utara.

“Semoga APD tersebut bermanfaat bagi masyarakat Kaltara dan semoga mengdukasi kita bersama untuk saling bergotong-royong melalui aksi – aksi solidaritas dalam menyikapi dampak virus corona,” pungkas Dedy.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR